Menu

Mode Gelap
Kampung Influencer Cianjur Resmi Diluncurkan, Warga Bisa Belajar Jadi Content Creator Gratis DMGP Latih Mahasiswa Cianjur Kuasai Energi Panas Bumi, Dukung Target Net Zero Emission Raperda Kesehatan Cianjur Diduga Copas, Zona Waktu WITA Jadi Sorotan Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas Bupati Cianjur Lantik 90 Pejabat, Ini Daftar Kepala Dinas dan Camat Baru Wacana Denda e-KTP Hilang, Disdukcapil Cianjur: Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Berita

Marak Kasus Keracunan, Masalah Program MBG di Cianjur Jadi Sorotan DPRD​

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES – Setelah maraknya kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa para pelajar, Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul sebagai respons atas berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

​Anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Diki Ismail, menegaskan pentingnya evaluasi segera.

“Jangan sampai menunggu ada kasus dulu baru diperbaiki. Ini kan menyangkut anak-anak kita di Cianjur. Program MBG seharusnya berjalan dengan baik karena tujuan utamanya untuk meningkatkan gizi, bukan malah menimbulkan masalah,” ujarnya.

​Temuan DPRD: Kualitas Gizi dan Dugaan Pemangkasan Harga

​Selain kasus keracunan, DPRD juga menemukan beberapa persoalan lain yang perlu mendapat evaluasi. Diki Ismail menyebutkan, menu makanan di sejumlah sekolah jauh dari standar gizi yang seharusnya.

Pihaknya juga menyoroti dugaan adanya perbedaan harga porsi MBG, dari yang semestinya Rp15 ribu menjadi hanya Rp8 ribu.

​”Temuan kami bukan hanya soal kasus keracunan, tapi juga menu makanan yang jauh dari standar gizi. Ada beberapa sekolah yang menunya tidak sesuai. Kalau memang benar ada pemangkasan seperti itu, harus ditelusuri,” katanya.

​Pihak DPRD juga menyoroti lambatnya penyelesaian kasus keracunan di MAN 1 Cianjur, di mana hingga kini belum ada kejelasan terkait penyebab pasti. Diki meminta jika ada penyedia MBG yang terbukti tidak menjalankan regulasi, agar dievaluasi bahkan diberhentikan.

​Rencana Tindak Lanjut dan Pembentukan Satgas Pengawasan MBG

​Diki menambahkan, pihaknya telah mendorong pemerintah daerah untuk segera membentuk tim evaluasi dan pengawasan khusus, melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Rencananya, Komisi IV juga akan memanggil semua dinas terkait serta koordinator dapur penyedia MBG untuk mengumpulkan data menyeluruh.

“Ya kami bulan ini Komisi IV bisa segera memanggil semua dinas terkait dan koordinator dapur MBG. Kita ingin pastikan program ini berjalan baik, jangan sampai menunggu ada kejadian dulu baru ada perbaikan,” jelasnya.

​Salah satu opsi yang sedang dalam tahap pembahasan adalah pembentukan satuan tugas (satgas) pengawasan untuk memastikan program ini tidak hanya berjalan secara formalitas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kampung Influencer Cianjur Resmi Diluncurkan, Warga Bisa Belajar Jadi Content Creator Gratis

30 April 2026 - 17:23 WIB

kampung influencer cianjur

DMGP Latih Mahasiswa Cianjur Kuasai Energi Panas Bumi, Dukung Target Net Zero Emission

30 April 2026 - 17:22 WIB

DMGP

Raperda Kesehatan Cianjur Diduga Copas, Zona Waktu WITA Jadi Sorotan

29 April 2026 - 21:06 WIB

raperda kesehatan cianjur

Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas

29 April 2026 - 20:37 WIB

program uhc cianjur

Bupati Cianjur Lantik 90 Pejabat, Ini Daftar Kepala Dinas dan Camat Baru

29 April 2026 - 11:45 WIB

mutasi pejabat cianjur
Trending di Berita