Menu

Mode Gelap
Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi Pasca Kebakaran, Penutupan Pendakian Gunung Gede Pangrango Diperpanjang hingga 31 Agustus 2026

Berita

Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas

badge-check

ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Cianjur mendapat sorotan tajam. Cianjur Government Watch (CGW) menilai program layanan kesehatan gratis bermodal KTP itu belum memiliki alur teknis yang jelas, meski didukung anggaran besar.

Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp293,6 miliar pada 2026 melalui Dinas Kesehatan untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan masyarakat.

Untuk mencapai status UHC, suatu daerah harus memiliki minimal 95 persen penduduk terdaftar BPJS, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen.

BACA JUGA : Data Pusat Berkurang, Status UHC Prioritas Cianjur Berada dalam Ancaman

Namun, Koordinator Advokasi CGW, Ilyas (Apung), menilai kesiapan sistem di Cianjur belum sejalan dengan target tersebut.

“Secara teknis, kami melihat belum ada road map yang jelas terkait skema pelaksanaan UHC di Cianjur,” ujar Ilyas, Rabu (29/4/2026).

CGW : Warga Tidak Tahu Sudah Terdaftar

Ilyas mengungkapkan, hasil penelusuran ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan menunjukkan adanya persoalan pada tahap operasional.

Ia menyebut banyak warga yang sebenarnya sudah didaftarkan, namun tidak mengetahui status kepesertaannya karena minim sosialisasi.

“Banyak masyarakat tidak tahu bahwa dirinya sudah didaftarkan. Akibatnya, mereka tidak memahami cara memanfaatkan layanan saat sakit,” katanya.

Anggaran Besar Berisiko Tidak Efektif

CGW menilai kondisi ini berpotensi membuat anggaran ratusan miliar tidak memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

Menurut Ilyas, tanpa alur pelayanan yang jelas dan transparan, manfaat program tidak akan terasa oleh masyarakat Cianjur secara maksimal.

“Jika tidak ada pembenahan, anggaran hampir Rp300 miliar itu tidak akan sebanding dengan manfaat yang masyarakat terima,” tegasnya.

Janji Layanan KTP Terancam Tak Terealisasi

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah daerah yang ingin mempermudah akses layanan kesehatan cukup dengan KTP.

Namun, tanpa sistem yang matang, CGW menilai target tersebut sulit terwujud.

“Keinginan agar masyarakat cukup menggunakan KTP untuk berobat terancam tidak terealisasi,” ujarnya.

Hingga berita ini tayang, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut.

Masyarakat pun masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperjelas skema layanan UHC agar benar-benar dapat masyarakat manfaatkan secara luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kebakaran GBI Nehemia Cianjur, Api Padam Setelah Lima Jam

23 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Kebakaran Gereja Cianjur

DPMD Cianjur: 47 Desa Gelar Pilkades Serentak Pertengahan Oktober

23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

pilkades serentak

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Jalur Puncak, 2 Meninggal dan 9 Luka

22 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Kecelakaan beruntun di Puncak

Dari Lahan Bekas HGU Jadi Produktif, Bank Tanah Kelola 980 Hektare di Cianjur

21 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Bank tanah

Hari Juang Polri, Polres Cianjur Telusuri Kisah 67 Polisi Kibarkan Merah Putih Sebelum Proklamasi

21 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Hari juang polri
Trending di Berita