CIANJUR TIMES, Cipanas – Inovasi pemberdayaan ekonomi berbasis digital kini hadir di Cianjur Utara. Komunitas “Kampung Influencer” resmi diluncurkan di Orchid Garden, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kamis (30/4/2026).
Program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar menjadi konten kreator dan pelaku affiliate marketing secara gratis.
Founder Kampung Influencer, Wiranata, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari kebutuhan untuk berkembang bersama di tengah tantangan ekonomi.
“Jadi karena kita tuh tidak bisa berkembang sendiri ya, jadi kita harus bersama-sama. Akhirnya terlahir Kampung Influencer ini adalah inisiasi untuk pemberdayaan,” ujarnya.
BACA JUGA : Geliat Industri Kreatif, Photo Kita Hadirkan Photo Box 24 Jam di Cianjur
Ia menegaskan, program ini menyasar masyarakat menengah ke bawah agar tetap produktif di era digital.
“Gimana kalau kita bikin wadah buat inkubasi. Dan ini semuanya free untuk masyarakat Cipanas, masyarakat Cianjur,” tambahnya.
Fasilitas Lengkap dan Pelatihan Intensif di Kampung Influencer
Kampung Influencer menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari:
- gudang sampel produk home living
- kelas inkubasi intensif
- pelatihan public speaking
- editing video
- strategi konten
Wiranata menilai peningkatan kapasitas menjadi kunci utama.
“Tadinya kontennya kaku, tidak bisa public speaking, editing-nya juga tidak bisa. Dengan adanya Kampung Influencer ini diharapkan tuh levelnya naik,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 71 peserta telah mengikuti program inkubasi. Sementara itu, kegiatan gathering komunitas mampu menarik ratusan orang.
“Kalau yang gathering segala macam itu bisa 300 sampai 500 orang,” ungkapnya.

Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Cianjur, Ramzy, mengapresiasi kehadiran komunitas ini karena mampu membuka peluang ekonomi baru melalui media sosial.
“Banyak teman-teman kita, banyak saudara-saudara kita yang berteriak ekonomi susah, ternyata ada pihak lain yang bisa memanfaatkan sosial media menjadi sesuatu yang menghasilkan uang,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesuksesan di dunia digital bergantung pada kemauan individu.
“Sebenarnya kuncinya bukan tidak bisa, tergantung kita mau atau tidak,” tegasnya.
Ramzy juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan teknologi secara produktif.
“Handphone, sosial media, kalau bisa kita gunakan dengan bijak, itu bisa menghasilkan uang dengan konten-konten yang bervalue,” tuturnya.***
Dorong Warga Jadi Pelaku, Bukan Penonton
Menurut Ramzy, masyarakat harus berani beradaptasi agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendukung terbentuknya Kampung Influencer sebagai ekosistem kreatif baru di Cianjur.
Program ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak kreator lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis digital.***




















