CIANJUR TIMES, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 804 laporan dugaan kasus campak sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Data tersebut dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dari fasilitas layanan kesehatan di wilayah Cianjur.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Cianjur, Javed Sumawe Mataputung, menjelaskan dari ratusan laporan tersebut, terdapat empat kasus suspek yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium.
“Untuk memastikan yang positif, kita mengirimkan 4 sampel suspek atau yang dicurigai campak. Jadi, untuk memastikan positif campak atau tidak itu, selain melihat gejala klinis, juga harus terkonfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar Javed, Senin (6/4/2026).
BACA JUGA : Vaksinasi Campak RSUD Pagelaran Cianjur Dipercepat untuk Lindungi Tenaga Kesehatan
Satu Kasus Terkonfirmasi Positif Campak
Hasil pemeriksaan menunjukkan satu sampel dinyatakan positif campak, sementara tiga lainnya negatif.
Javed menyebut, berdasarkan pemantauan data, sempat terjadi peningkatan laporan dugaan campak pada awal tahun, namun mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Kasus positif yang ditemukan diketahui terjadi pada warga yang belum mendapatkan imunisasi campak.
Padahal, layanan imunisasi telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di Cianjur.
“Di Kabupaten Cianjur ada 48 puskesmas. Semuanya melayani imunisasi, termasuk fasilitas kesehatan lain seperti pustu ataupun posyandu,” tegas Javed.
Dinas Kesehatan Cianjur mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi dasar guna mencegah penyebaran penyakit campak.
“Untuk saat ini tetap kita mengedepankan upaya sosialisasi dan edukasi, terutama di tingkat puskesmas dan rumah sakit,” pungkasnya.***




















