Menu

Mode Gelap
Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

Berita

Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab

badge-check


					Ilustrasi (made by AI) Perbesar

Ilustrasi (made by AI)

Kasus Balita Meninggal Picu Perhatian Publik

CIANJUR TIMES, Cianjur – Seorang balita berusia dua tahun di Kabupaten Cianjur meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gejala muntah dan diare. Kasus ini sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun hingga kini penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Balita berinisial MAB tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles sebelum dirujuk ke RSUD Pagelaran. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA : Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik

BGN Tegaskan MBG Aman

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa makanan dari program MBG dalam kondisi aman.

Menurutnya, makanan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 kepada 2.174 penerima manfaat tanpa adanya laporan gangguan kesehatan serupa.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Gejala baru muncul dua hari kemudian,” ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Ada Asupan Makanan di Luar Program MBG

BGN juga mencatat bahwa setelah mengonsumsi MBG, korban sempat mengonsumsi makanan lain berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri. Bahkan pada keesokan harinya, korban dilaporkan tidak mengonsumsi menu MBG.

Diagnosis Medis: Syok Septik

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien tiba dalam kondisi kritis. Tim medis kemudian menangani pasien secara intensif selama sekitar 12 jam.

“Pasien datang dalam kondisi tidak stabil dengan gejala lemas serta pembengkakan pada tangan dan kaki. Diagnosis medis menunjukkan syok septik,” jelasnya.

Satgas Minta Publik Tidak Berspekulasi

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa menarik kesimpulan tanpa data ilmiah. Perlu penelitian lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi jika diperlukan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Hasil Lab Masih Ditunggu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyatakan bahwa sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji.

“Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu pekan ke depan. Kami belum bisa memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan konsumsi MBG atau faktor lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur dan BGN juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita