Menu

Mode Gelap
Polres dan BNNK Cianjur Ungkap Peredaran 270 gram Sabu, Tiga Tersangka Diamankan Liburan Sekolah 2026, Taman Wisata Alam Sevillage Siapkan Paket Edukasi dan Promo Penginapan Bupati Cianjur Ajak ASN dan Warga Rutin Donor Darah untuk Jaga Ketersediaan Stok Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong 163 Kios di Segar Alam Cipanas Dibongkar, Pedagang Minta Solusi Relokasi Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi

Berita

Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab

badge-check


					Ilustrasi (made by AI) Perbesar

Ilustrasi (made by AI)

Kasus Balita Meninggal Picu Perhatian Publik

CIANJUR TIMES, Cianjur – Seorang balita berusia dua tahun di Kabupaten Cianjur meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gejala muntah dan diare. Kasus ini sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun hingga kini penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Balita berinisial MAB tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles sebelum dirujuk ke RSUD Pagelaran. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA : Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik

BGN Tegaskan MBG Aman

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa makanan dari program MBG dalam kondisi aman.

Menurutnya, makanan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 kepada 2.174 penerima manfaat tanpa adanya laporan gangguan kesehatan serupa.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Gejala baru muncul dua hari kemudian,” ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Ada Asupan Makanan di Luar Program MBG

BGN juga mencatat bahwa setelah mengonsumsi MBG, korban sempat mengonsumsi makanan lain berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri. Bahkan pada keesokan harinya, korban dilaporkan tidak mengonsumsi menu MBG.

Diagnosis Medis: Syok Septik

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien tiba dalam kondisi kritis. Tim medis kemudian menangani pasien secara intensif selama sekitar 12 jam.

“Pasien datang dalam kondisi tidak stabil dengan gejala lemas serta pembengkakan pada tangan dan kaki. Diagnosis medis menunjukkan syok septik,” jelasnya.

Satgas Minta Publik Tidak Berspekulasi

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa menarik kesimpulan tanpa data ilmiah. Perlu penelitian lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi jika diperlukan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Hasil Lab Masih Ditunggu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyatakan bahwa sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji.

“Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu pekan ke depan. Kami belum bisa memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan konsumsi MBG atau faktor lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur dan BGN juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres dan BNNK Cianjur Ungkap Peredaran 270 gram Sabu, Tiga Tersangka Diamankan

15 Juni 2026 - 11:09 WIB

narkotika

Liburan Sekolah 2026, Taman Wisata Alam Sevillage Siapkan Paket Edukasi dan Promo Penginapan

15 Juni 2026 - 10:24 WIB

liburan sekolah 2026

Bupati Cianjur Ajak ASN dan Warga Rutin Donor Darah untuk Jaga Ketersediaan Stok

14 Juni 2026 - 22:03 WIB

donor darah cianjur

Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong

14 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Warungkondang

163 Kios di Segar Alam Cipanas Dibongkar, Pedagang Minta Solusi Relokasi

13 Juni 2026 - 20:48 WIB

kios segar alam
Trending di Berita