Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab

badge-check

Ilustrasi (made by AI) Perbesar

Ilustrasi (made by AI)

Kasus Balita Meninggal Picu Perhatian Publik

CIANJUR TIMES, Cianjur – Seorang balita berusia dua tahun di Kabupaten Cianjur meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gejala muntah dan diare. Kasus ini sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun hingga kini penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Balita berinisial MAB tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles sebelum dirujuk ke RSUD Pagelaran. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA : Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik

BGN Tegaskan MBG Aman

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa makanan dari program MBG dalam kondisi aman.

Menurutnya, makanan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 kepada 2.174 penerima manfaat tanpa adanya laporan gangguan kesehatan serupa.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Gejala baru muncul dua hari kemudian,” ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).

Ada Asupan Makanan di Luar Program MBG

BGN juga mencatat bahwa setelah mengonsumsi MBG, korban sempat mengonsumsi makanan lain berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri. Bahkan pada keesokan harinya, korban dilaporkan tidak mengonsumsi menu MBG.

Diagnosis Medis: Syok Septik

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien tiba dalam kondisi kritis. Tim medis kemudian menangani pasien secara intensif selama sekitar 12 jam.

“Pasien datang dalam kondisi tidak stabil dengan gejala lemas serta pembengkakan pada tangan dan kaki. Diagnosis medis menunjukkan syok septik,” jelasnya.

Satgas Minta Publik Tidak Berspekulasi

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa menarik kesimpulan tanpa data ilmiah. Perlu penelitian lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi jika diperlukan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Hasil Lab Masih Ditunggu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyatakan bahwa sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji.

“Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu pekan ke depan. Kami belum bisa memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan konsumsi MBG atau faktor lain,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur dan BGN juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita