Kasus Balita Meninggal Picu Perhatian Publik
CIANJUR TIMES, Cianjur – Seorang balita berusia dua tahun di Kabupaten Cianjur meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gejala muntah dan diare. Kasus ini sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun hingga kini penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium.
Balita berinisial MAB tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Leles sebelum dirujuk ke RSUD Pagelaran. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
BACA JUGA : Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik
BGN Tegaskan MBG Aman
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa makanan dari program MBG dalam kondisi aman.
Menurutnya, makanan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 kepada 2.174 penerima manfaat tanpa adanya laporan gangguan kesehatan serupa.
“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi. Gejala baru muncul dua hari kemudian,” ujar Nanik dalam keterangan resminya, Minggu (26/4/2026).
Ada Asupan Makanan di Luar Program MBG
BGN juga mencatat bahwa setelah mengonsumsi MBG, korban sempat mengonsumsi makanan lain berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri. Bahkan pada keesokan harinya, korban dilaporkan tidak mengonsumsi menu MBG.
Diagnosis Medis: Syok Septik
Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menjelaskan bahwa pasien tiba dalam kondisi kritis. Tim medis kemudian menangani pasien secara intensif selama sekitar 12 jam.
“Pasien datang dalam kondisi tidak stabil dengan gejala lemas serta pembengkakan pada tangan dan kaki. Diagnosis medis menunjukkan syok septik,” jelasnya.
Satgas Minta Publik Tidak Berspekulasi
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.
“Kami tidak bisa menarik kesimpulan tanpa data ilmiah. Perlu penelitian lebih lanjut, termasuk kemungkinan autopsi jika diperlukan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Hasil Lab Masih Ditunggu
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyatakan bahwa sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk diuji.
“Hasilnya diperkirakan keluar dalam satu pekan ke depan. Kami belum bisa memastikan apakah kasus ini berkaitan dengan konsumsi MBG atau faktor lain,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur dan BGN juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.***




















