Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Berita

Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik

badge-check

ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Leles – Seorang balita berinisial MAB (2), warga Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Korban awalnya mendapat penanganan di Puskesmas Leles pada Selasa (14/4/2026) setelah mengalami gejala mual, lemas, dan diare. Namun, kondisinya terus memburuk sehingga tenaga medis merujuknya ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung memberikan penanganan intensif karena kondisi pasien tidak stabil.

BACA JUGA : 63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menyebut korban datang dengan kondisi lemah disertai pembengkakan pada tangan dan kaki.

“Pasien langsung kami tangani karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, serta mengalami pembengkakan pada ekstremitas,” ujar Irfan, Sabtu (25/4/2026).

Meski telah mendapatkan penanganan maksimal, kondisi korban tidak menunjukkan perbaikan. Setelah menjalani perawatan selama hampir 12 jam, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

Irfan menjelaskan, hasil diagnosis menunjukkan korban mengalami syok septik, kondisi serius akibat infeksi berat yang menyebabkan gangguan pada organ tubuh.

“Diagnosisnya syok septik. Sejak awal pasien juga memiliki riwayat diare,” jelasnya.

Lanjutan Dugaa Kasus Keracunan MBG Sebelumnya

Kasus ini menjadi bagian dari kejadian luar biasa yang terjadi di Kecamatan Leles. Sebelumnya, sebanyak 134 warga, mayoritas anak-anak, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengatakan keluhan mulai muncul sejak awal pekan dan terus meningkat dalam beberapa hari berikutnya.

“Awalnya hanya beberapa kasus, tetapi meningkat pada Kamis dan Jumat hingga total mencapai 134 orang yang menjalani penanganan,” kata Tedi.

Tenaga medis sempat menangani sebagian korban di fasilitas darurat di aula desa sebelum akhirnya merujuk pasien dengan kondisi lebih serius ke fasilitas kesehatan.

“Dari ratusan pasien, dua di antaranya dalam kondisi berat sehingga membutuhkan penanganan intensif dan rujukan ke rumah sakit,” tambahnya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk pengujian sampel makanan yang para korban konsumsi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PKL Kembali Berjualan di Bekas Rest Area Segar Alam Puncak, Pemkab Pasang Pembatas Beton

10 Okt 2026 - 09:39 WIB

PKL Kembali Berjualan di Bekas Rest Area Segar Alam Puncak, Pemkab Pasang Pembatas Beton

Polres Cianjur Ungkap Sindikat Pecah Kaca dan Gembos Ban, Kerugian Rp4,1 Miliar

10 Okt 2026 - 06:22 WIB

Polres Cianjur Ungkap Sindikat Pecah Kaca dan Gembos Ban, Kerugian Rp4,1 Miliar

Anamcara Hotel Cipanas Resmi Rebranding dan Bergabung dengan Alltrue

8 Okt 2026 - 15:06 WIB

Anamcara Hotel Cipanas Resmi Rebranding dan Bergabung dengan Alltrue

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

8 Okt 2026 - 05:37 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Cianjur Capai 95 Persen, Validitas Data Penerima Jadi Kendala

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima

8 Okt 2026 - 05:21 WIB

MK Tak Temukan Bukti Kelulusan Setara SMA Gibran, Permohonan Tidak Dapat Diterima
Trending di Berita