Menu

Mode Gelap
Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Berita

63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

badge-check


					63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Perbesar

Cianjur, CIANJUR TIMES – Sebanyak 63 warga di Kabupaten Cianjur diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan melalui posyandu di Kecamatan Leles. Mayoritas korban merupakan balita dan ibu menyusui.

Kasus dugaan keracunan MBG di Cianjur ini terjadi dalam rentang waktu Rabu hingga Jumat, 15–17 April 2026, di dua desa yakni Sukasirna dan Purabaya.

BACA JUGA : Buntut Keracunan Massal, Satgas Hentikan Operasional Tiga Dapur MBG di Cianjur

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengatakan awalnya warga mengeluhkan gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Awalnya ada yang datang ke bidan desa dan klinik. Setiap harinya ada belasan orang. Puncaknya terjadi pada Jumat malam hingga puluhan orang,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, total korban mencapai 63 orang dengan gejala serupa, seperti mual, pusing, muntah, dan diare.

“Mayoritas balita dan ibu menyusui, ada juga beberapa siswa. Gejalanya kebanyakan mual dan muntah,” tambahnya.

Tedi menjelaskan sebagian pasien telah pulang setelah kondisinya membaik, namun masih ada beberapa yang menjalani perawatan.

“Sebagian sudah dipulangkan, tinggal beberapa yang masih dirawat,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari gejala yang para korban alami.

“Kami belum bisa memastikan apakah murni dari menu MBG atau ada faktor lain,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Uji Sampel Makanan MBG dan Pasien

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengatakan pihaknya telah mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sampel yang tersisa berupa susu, dan kami juga mengambil sampel muntahan pasien. Ini akan diuji untuk memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Leles, Segi Tabah Hermansyah, menyebut pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan karena adanya kekhawatiran jumlah korban dari keracunan menu MBG ini bisa bertambah.

“Saya masih dalam perjalanan ke lokasi. Akan kami data kembali apakah jumlahnya tetap 63 orang atau bertambah,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong

14 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Warungkondang

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas
Trending di Berita