CIANJUR TIMES, Cianjur – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,33 triliun pada semester pertama 2026. Nilai tersebut telah mencapai sekitar 35 persen dari target investasi Kabupaten Cianjur tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3,78 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, mengatakan capaian tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan para pelaku usaha.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang investasi terbesar sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 204 pelaku usaha pada sektor tersebut melaporkan realisasi investasi senilai Rp1,08 triliun dengan penyerapan 1.674 tenaga kerja.
Di posisi berikutnya, sektor jasa keuangan dan asuransi membukukan investasi sebesar Rp60,2 miliar dari 41 laporan LKPM, dengan penyerapan 40 tenaga kerja.
“Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang investasi Rp54,9 miliar dari 52 laporan LKPM dengan penyerapan 38 tenaga kerja,” kata Superi di Cianjur, Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat investasi sebesar Rp44,075 miliar dengan penyerapan 237 tenaga kerja. Adapun sektor perumahan atau real estate membukukan investasi senilai Rp32,63 miliar dari 152 laporan LKPM.
“Pelaporan semester pertama yang sudah masuk mencapai Rp1,33 triliun atau sekitar 35 persen dari target investasi tahun ini, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.921 orang,” ujarnya.
DPMPTSP Dorong Kepatuhan Pelaporan LKPM
Superi mengatakan pihaknya terus mendorong seluruh pelaku usaha untuk menyampaikan LKPM secara berkala melalui sistem pelaporan yang telah pemerintah sediakan.
Menurutnya, data LKPM menjadi salah satu instrumen penting dalam memantau perkembangan investasi sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami terus mendorong para pelaku usaha agar tertib menyampaikan laporan LKPM melalui sistem yang telah disediakan pemerintah. Pelaporan tersebut menjadi dasar dalam memantau perkembangan dunia usaha di Kabupaten Cianjur,” katanya.
DPMPTSP juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang mengalami kendala dalam proses pelaporan sehingga data investasi yang masuk dapat tersaji secara akurat dan tepat waktu.
Target Investasi Semester Kedua
Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan total investasi sebesar Rp3,78 triliun sepanjang 2026. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah juga menetapkan target khusus bagi investasi. Khususnya yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Superi menjelaskan, dalam kelompok target investasi PMA dan PMDN, porsi terbesar berasal dari PMA dengan nilai target sekitar Rp2,09 triliun atau sekitar 82 persen. Sedangkan nilai target dari PMDN sebesar Rp240 miliar atau sekitar 18 persen.
Ia menegaskan bahwa persentase tersebut merupakan komposisi target antara PMA dan PMDN, bukan komposisi keseluruhan target investasi Kabupaten Cianjur.
Pemerintah Kabupaten Cianjur optimistis realisasi investasi akan terus meningkat pada semester kedua. Hal ini beriringan dengan bertambahnya proyek investasi dan masuknya laporan kegiatan penanaman modal dari para pelaku usaha.***










