Cianjur Times – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 sejak 19 Februari 2026. Satgas ini bertugas memastikan ketersediaan energi serta kelancaran distribusi bahan bakar selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina juga memperkuat pengawasan layanan di seluruh SPBU dengan mengusung slogan #MelayaniSepenuhHati guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Area Manager Communication Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, mengatakan bahwa Satgas RAFI tahun ini menghadapi tantangan tersendiri karena pola mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang.
Hal ini dipengaruhi oleh momentum libur Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan cuti bersama Idul Fitri 2026.
“Tujuan utama Satgas RAFI adalah menjamin ketersediaan energi selama Ramadan dan Idul Fitri sekaligus meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan SPBU dan kualitas BBM,” ujar Satria dalam keterangan resminya.
Proyeksi Konsumsi Energi Selama Mudik
Pertamina memproyeksikan adanya perubahan pola konsumsi energi selama masa Satgas RAFI 2026.
Konsumsi gasoline seperti Pertalite dan Pertamax diperkirakan meningkat sekitar 9,6 persen. Sementara konsumsi LPG rumah tangga diprediksi naik sebesar 2,86 persen.
Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diperkirakan turun hingga 27,3 persen karena berkurangnya aktivitas industri serta adanya pembatasan operasional kendaraan logistik selama libur Lebaran.
Satria menjelaskan, penyaluran BBM jenis gasoline selama masa Satgas diperkirakan meningkat sekitar 26,4 persen, dari rata-rata harian sekitar 142 ribu kiloliter (KL) menjadi sekitar 144 ribu KL per hari.
Infrastruktur Distribusi
Untuk menjamin kelancaran distribusi energi, Pertamina menyiagakan berbagai infrastruktur di wilayah Regional Jawa Bagian Barat.
Fasilitas tersebut meliputi:
- 1.620 SPBU
- 439 Pertashop
- lebih dari 2.300 agen LPG
Selain itu, sebanyak 427 SPBU akan beroperasi selama 24 jam guna melayani kebutuhan masyarakat. Pertamina juga menyiagakan 62 unit mobil tangki standby yang standby di sejumlah titik strategis sebagai cadangan suplai BBM.
Untuk distribusi LPG PSO (3 kg), perkiraan penyaluran meningkat dari sekitar 526 metrik ton atau setara ±175 ribu tabung LPG 3 kg menjadi sekitar 539 metrik ton atau sekitar ±179 ribu tabung LPG 3 kg selama masa Satgas.
Layanan Motorist BBM di Titik Rawan Kemacetan
Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah dengan potensi mobilitas kendaraan tinggi, seperti jalur wisata dan kawasan rawan kemacetan.
Beberapa titik yang menjadi fokus pemantauan antara lain kawasan Cimacan Puncak Cianjur dan jalur menuju Pelabuhan Ratu Sukabumi.
Untuk mengantisipasi kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan, Pertamina menyiagakan 52 unit layanan Motorist BBM.
Pemudik yang membutuhkan bantuan dapat memesan layanan pengantaran BBM darurat dengan menghubungi Call Center Pertamina di nomor 135.
“Permintaan bantuan yang masuk melalui layanan 135 akan diteruskan kepada tim di lapangan untuk segera ditangani,” jelas Satria.
Fasilitas Istirahat Serambi MyPertamina
Selain memastikan ketersediaan energi, Pertamina juga menyediakan fasilitas Serambi MyPertamina sebagai tempat istirahat bagi para pemudik.
Terdapat 3 Serambi utama dan 9 Mini Serambi yang tersebar di sejumlah jalur tol dan kawasan wisata, termasuk di wilayah Cimacan Cianjur serta SPBU Jejaway Sukabumi.
Fasilitas tersebut menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, seperti:
- ruang istirahat ber-AC
- musala
- mini klinik
- ruang bayi (nursery)
- WiFi gratis
- layanan potong rambut
Pertamina juga bekerja sama dengan Pertamina Lubricants untuk menyediakan layanan tambahan berupa service car, towing, hingga rescue car di beberapa titik strategis, termasuk di ruas tol KM 88 Purbaleunyi.
Antisipasi Gangguan Distribusi Energi
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi, Pertamina juga menyiagakan Tim Tanggap Darurat Bencana di berbagai kota dan kabupaten di wilayah Jawa Bagian Barat, termasuk di area Sales Area Retail Sukabumi.
Langkah mitigasi ini guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar apabila terjadi kendala alam atau hambatan teknis di lapangan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman tanpa khawatir terhadap ketersediaan energi,” ujar Satria.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pertamina optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 sekaligus mendukung kelancaran arus mudik masyarakat.***





















1 Komentar