Menu

Mode Gelap
Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI Rumah dan Pondok Pesantren di Bojongpicung Cianjur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta

Berita

Harga Telur dan Cabai di Pasar Muka Turun, Pedagang Kaitkan dengan Liburnya Program MBG

badge-check

Harga Telur dan Cabai di Pasar Muka Turun, Pedagang Kaitkan dengan Liburnya Program MBG Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Sejumlah pedagang di Pasar Muka Kabupaten Cianjur mengaku harga beberapa komoditas pangan mengalami penurunan selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur sementara pada masa libur sekolah. Mereka menilai berkurangnya penyerapan bahan pangan oleh dapur mitra MBG membuat pasokan di pasar tradisional kembali melimpah.

Para pedagang menyambut turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok karena membuat modal kulakan menjadi lebih rendah. Sebelumnya, permintaan dari dapur mitra MBG dinilai cukup tinggi sehingga memengaruhi ketersediaan beberapa komoditas di pasar.

Pedagang telur di Pasar Muka, Dini (45), mengatakan harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga sempat mencapai Rp32 ribu per kilogram.

“Sekarang harganya berkisar Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp32 ribu. Turunnya sejak sekolah libur atau bertepatan dengan program MBG libur,” ujar Dini saat ditemui di kiosnya, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pasokan telur dari peternak dan distributor kembali tersedia dalam jumlah cukup sehingga harga di tingkat pedagang ikut menurun.

“Kalau stok di pasaran banyak, harga pasti turun. Kemarin terus naik karena stok susah, dari peternak dan distributor banyak diambil dapur MBG,” katanya.

BACA JUGA : Harga Cabai di Cianjur Tembus Rp120 Ribu Jelang Lebaran 2026, Permintaan Meningkat Tajam

Daging Ayam dan Cabai Ikut Mengalami Penurunan Harga

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam. Salah seorang pedagang, Amud (34), menyebut ketersediaan pasokan dari rumah potong hewan saat ini cukup aman sehingga harga menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.

“Betul karena stok aman, jadinya harga di pasaran turun. Termasuk untuk daging aman. Penjualan juga meningkat karena harga murah,” kata Amud.

Sementara itu, pedagang sayur, Riyan Mustaqim (30), mengatakan hampir seluruh jenis cabai mengalami penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, harga cabai keriting hijau turun dari Rp40 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting merah turun dari Rp60 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

“Semua cabai turun. Cabai keriting hijau yang sebelumnya Rp40 ribu per kilogram sekarang jadi Rp28 ribu. Cabai keriting merah turun dari Rp60 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram,” ujarnya.

Selain cabai, sejumlah komoditas sayuran lainnya juga mengalami penurunan harga. Selada bokor yang sebelumnya dijual Rp28 ribu per kilogram kini menjadi Rp15 ribu per kilogram, sedangkan wortel berastagi turun dari Rp24 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

“Selada bokor itu sekarang Rp15 ribu per kilogram, asalnya Rp28 ribu. Selain selada, wortel juga turun. Wortel berastagi dari Rp24 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram,” kata Riyan.

Pedagang Nilai Pasokan Bertambah Saat Program MBG Libur

Riyan menilai bertambahnya pasokan di pasar tradisional turut terkena pengaruh dari liburnya operasional dapur mitra MBG selama masa libur sekolah.

Menurutnya, sebagian hasil panen petani yang sebelumnya terserap ke program MBG kini kembali masuk ke pasar tradisional.

“Kalau MBG berjalan, sebagian hasil panen langsung diambil untuk program itu. Sekarang karena MBG libur, pasokan yang biasanya masuk ke MBG jadi masuk ke pasar, sehingga stok lebih banyak dan harga turun,” jelasnya.

Meski harga sejumlah komoditas turun, aktivitas jual beli di Pasar Muka masih berjalan normal tanpa lonjakan permintaan yang signifikan. Para pedagang memperkirakan harga pangan berpotensi kembali meningkat ketika aktivitas dapur mitra MBG kembali berjalan dan permintaan pasar bertambah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Oknum ASN Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis Terancam Dipecat

27 Juli 2026 - 20:06 WIB

BKPSDM

Oknum ASN Dinkes Cianjur Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Korban Diiming-imingi Lolos Jadi PNS

27 Juli 2026 - 19:33 WIB

ASN Dinkes Cianjur

Sinergi KKN IAI Al-Azhary dan Warga Rawasalak Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Bojongpicung

26 Juli 2026 - 18:41 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Tiga Maling Motor Terekam CCTV, Honda Beat Milik Petani Raib di Bojongpicung Cianjur

25 Juli 2026 - 22:21 WIB

maling motor di Bojongpicung

Perumdam Tirta Mukti Luncurkan Air Minum Kemasan Bersertifikat SNI

25 Juli 2026 - 08:27 WIB

air minum tirta mukti
Trending di Berita