CIANJUR TIMES, Bojongpicung – Sebuah rumah tinggal beserta pondok pesantren di Kampung Belendung, RT 004/RW 005, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Jumat (24/7/2026) sore. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan seluruh bangunan seluas sekitar 250 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas Pemadam Kebakaran Pos Ciranjang menerima laporan kebakaran pada pukul 16.29 WIB. Satu unit mobil pemadam langsung diberangkatkan ke lokasi yang berjarak sekitar delapan kilometer dengan melibatkan empat personel Damkar, dua anggota Redkar, serta dukungan personel Delta 93 dan Delta 025.
Perwakilan Pos Damkar Ciranjang, Ahmad Zaeni Kurniawan, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB dan segera melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Kami menerima laporan pada pukul 16.29 WIB terkait kebakaran di Kampung Belendung, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung. Setelah melakukan persiapan, petugas langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.45 WIB untuk melakukan pemadaman,” ujar Ahmad Zaeni Kurniawan, Jumat (24/7/2026).
1 Rumah dan 1 Pondok Pesantren Terbakar
Berdasarkan keterangan pemilik, Abdul Goni Ma’sum (42), bangunan yang terbakar terdiri atas satu unit rumah tinggal dan satu pondok pesantren.
“Informasi dari pemilik, yang terbakar satu rumah dan satu pondok pesantren,” katanya.
Api dengan cepat membesar karena sebagian bangunan menggunakan material yang mudah terbakar. Kobaran api akhirnya menghanguskan seluruh bangunan dengan luas sekitar 250 meter persegi.
Petugas Damkar Padamkan Api Selama Satu Jam
Petugas Damkar berjibaku memadamkan api selama kurang lebih satu jam hingga kobaran terkendali dan tidak menjalar ke bangunan lain.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Fokus kami saat itu adalah memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan di sekitarnya,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil assessment awal petugas, dugaan pemicu kebakaran adalah korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Akibat peristiwa tersebut, perkiraan kerugian material yang pemilik alami yakni sekitar Rp250 juta. Setelah api berhasil padam, petugas bersama warga melakukan proses pendinginan dan membersihkan puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Petugas juga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.***










