Menu

Mode Gelap
Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas Dukung Swasembada Pangan, Polsek Agrabinta Dampingi Panen 5 Ton Jagung Hibrida di Wanasari

Berita

Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Cianjur mendapat sorotan tajam. Cianjur Government Watch (CGW) menilai program layanan kesehatan gratis bermodal KTP itu belum memiliki alur teknis yang jelas, meski didukung anggaran besar.

Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp293,6 miliar pada 2026 melalui Dinas Kesehatan untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan masyarakat.

Untuk mencapai status UHC, suatu daerah harus memiliki minimal 95 persen penduduk terdaftar BPJS, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 80 persen.

BACA JUGA : Data Pusat Berkurang, Status UHC Prioritas Cianjur Berada dalam Ancaman

Namun, Koordinator Advokasi CGW, Ilyas (Apung), menilai kesiapan sistem di Cianjur belum sejalan dengan target tersebut.

“Secara teknis, kami melihat belum ada road map yang jelas terkait skema pelaksanaan UHC di Cianjur,” ujar Ilyas, Rabu (29/4/2026).

CGW : Warga Tidak Tahu Sudah Terdaftar

Ilyas mengungkapkan, hasil penelusuran ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan menunjukkan adanya persoalan pada tahap operasional.

Ia menyebut banyak warga yang sebenarnya sudah didaftarkan, namun tidak mengetahui status kepesertaannya karena minim sosialisasi.

“Banyak masyarakat tidak tahu bahwa dirinya sudah didaftarkan. Akibatnya, mereka tidak memahami cara memanfaatkan layanan saat sakit,” katanya.

Anggaran Besar Berisiko Tidak Efektif

CGW menilai kondisi ini berpotensi membuat anggaran ratusan miliar tidak memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

Menurut Ilyas, tanpa alur pelayanan yang jelas dan transparan, manfaat program tidak akan terasa oleh masyarakat Cianjur secara maksimal.

“Jika tidak ada pembenahan, anggaran hampir Rp300 miliar itu tidak akan sebanding dengan manfaat yang masyarakat terima,” tegasnya.

Janji Layanan KTP Terancam Tak Terealisasi

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah daerah yang ingin mempermudah akses layanan kesehatan cukup dengan KTP.

Namun, tanpa sistem yang matang, CGW menilai target tersebut sulit terwujud.

“Keinginan agar masyarakat cukup menggunakan KTP untuk berobat terancam tidak terealisasi,” ujarnya.

Hingga berita ini tayang, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut.

Masyarakat pun masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperjelas skema layanan UHC agar benar-benar dapat masyarakat manfaatkan secara luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media

19 Juni 2026 - 09:19 WIB

Diskominfo Cianjur

DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

19 Juni 2026 - 08:16 WIB

sekola maung

Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios

19 Juni 2026 - 07:45 WIB

pedagang segar alam

Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi

18 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Mahasiswa cianjur

Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas

18 Juni 2026 - 07:38 WIB

Palace Park
Trending di Berita