Menu

Mode Gelap
Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas Dukung Swasembada Pangan, Polsek Agrabinta Dampingi Panen 5 Ton Jagung Hibrida di Wanasari

Pendidikan

Krisis Sarana Pendidikan di Cianjur, 469 Ruang Kelas Rusak Berat, Siswa Belajar di Tenda Darurat

badge-check


					Krisis Sarana Pendidikan di Cianjur, 469 Ruang Kelas Rusak Berat, Siswa Belajar di Tenda Darurat Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Krisis infrastruktur pendidikan di Kabupaten Cianjur kian terasa. Sebanyak 469 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) mengalami kerusakan berat yang tersebar di 125 sekolah. Kondisi ini memaksa ratusan siswa belajar dalam keterbatasan, mulai dari berbagi ruang kelas hingga menggunakan tenda darurat.

Kerusakan tersebut mengganggu proses belajar mengajar di berbagai wilayah. Sejumlah sekolah menerapkan sistem sif, bahkan menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan. Kondisi ini terlihat di SDN Pasir Munding 4, Kecamatan Cibeber, dan SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, yang bangunannya sudah tidak layak digunakan.

BACA JUGA : Keterbatasan Ruang Kelas, Siswa SDN Karyajaya Belajar Lesehan di Musala

Siswa Harus Bergantian Kelas

Eliana Putri, siswi kelas 4 SDN Pasir Munding 4, mengaku harus bergantian menggunakan ruang kelas setiap hari.

“Gantian kelas, nunggu kelas satu bubar dulu, baru kelas empat masuk. Pengennya masing-masing kelas punya ruang sendiri biar nyaman,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Keterbatasan ruang membuat siswa tidak bisa belajar secara optimal. Selain itu, penggunaan tenda darurat juga menjadi solusi sementara di beberapa sekolah.

Wilayah Selatan Paling Terdampak

Plt Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Rifki Mohamad Ramdan, mengatakan pihaknya telah memetakan kerusakan tersebut. Hasilnya, wilayah Cianjur Selatan mendominasi dengan tingkat kerusakan mencapai 60 persen.

Menurutnya, kondisi geografis menjadi salah satu faktor utama, terutama karena wilayah tersebut rawan longsor dan pergeseran tanah.

Pemda Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas Bertahap

Rifki menegaskan pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan ruang kelas rusak berat pada tahun anggaran 2026.

“Kami tetap memprioritaskan perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah meski anggaran masih terbatas,” katanya.

Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah juga mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk anggaran 2027. Disdikpora juga membuka peluang dukungan dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Tim CSR Jawa Barat bahkan telah melakukan survei awal di beberapa lokasi, termasuk di Kecamatan Takokak.

Usulan ke Pemerintah Pusat

Pemerintah daerah juga mengajukan bantuan ke Kementerian Pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan infrastruktur sekolah di Cianjur.

Sementara itu, sekolah terdampak terus melakukan langkah darurat dengan memanfaatkan ruang guru, kantor, hingga mendirikan tenda sebagai ruang belajar sementara agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media

19 Juni 2026 - 09:19 WIB

Diskominfo Cianjur

DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

19 Juni 2026 - 08:16 WIB

sekola maung

Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios

19 Juni 2026 - 07:45 WIB

pedagang segar alam

Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi

18 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Mahasiswa cianjur

Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas

18 Juni 2026 - 07:38 WIB

Palace Park
Trending di Berita