CIANJUR TIMES, Cipanas – Jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Cibodas meningkat signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini terjadi setelah Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menerapkan kembali sistem satu pintu (one gate system) di Kawasan Wisata Cibodas. Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya muncul keluhan terkait banyaknya tiket masuk yang harus dibayar pengunjung.
Berdasarkan data pengelola, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Saat sistem tiket ganda masih berlaku, kunjungan pada hari biasa berkisar 500 orang dan akhir pekan sulit menembus 1.000 orang.
Penerapan sistem satu pintu mulai menunjukkan dampak positif terhadap kunjungan wisata. Jumlah wisatawan yang datang ke kawasan tersebut dilaporkan meningkat dibandingkan sebelumnya, terutama setelah pengunjung tidak lagi dibebani tiket berlapis saat memasuki kawasan.
Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya mobilitas wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek yang mendominasi kunjungan ke kawasan wisata di Cipanas.
BACA JUGA : HUT Kebun Raya Cibodas ke-174, Revitalisasi Taman Lumut dan Konservasi Tanaman Langka
Dinas Evaluasi Sistem Tiket
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi sistem tiket yang selama ini berlaku di kawasan wisata tersebut.
“Masuk kawasan wisata Cibodas kini kembali dengan sistem satu pintu. Cukup satu karcis, sehingga tidak memberatkan pengunjung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan ini sebagai respons atas turunnya angka kunjungan akibat sistem pembayaran yang membingungkan dan memberatkan wisatawan.
Siapkan Skema Kerjasama
Selain evaluasi sistem tiket, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pengelolaan kawasan wisata secara terpadu. Salah satunya dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Kami evaluasi dan menjajaki kembali rencana satu pintu untuk masuk ke Kawasan Wisata Cibodas. Kami juga berharap ada kerja sama kembali agar angka kunjungan terus meningkat,” kata Asep.
Ia mengakui selama ini pihaknya belum memperoleh informasi menyeluruh terkait banyaknya penarikan karcis di kawasan tersebut, sehingga memerlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan skema terbaik.
UMKM Kawasan Cibodas Kembali Bergeliat
Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak langsung pada pelaku usaha di sekitar kawasan. Sejumlah pedagang yang sebelumnya menutup kios kini kembali beroperasi.
Lefi (58), pedagang oleh-oleh di kawasan Cibodas, mengaku kondisi usahanya mulai membaik setelah kebijakan tersebut berlaku.
“Sempat sepi dan hampir pindah lokasi. Sekarang pengunjung ramai lagi, jadi kami buka kios kembali,” ujarnya.
Banyak harapan dari peningkatan kunjungan ini terus berlanjut seiring pembenahan sistem pengelolaan wisata. Sinergi antara pengelola dan pemerintah daerah, penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lokal di kawasan Cipanas.***




















