CIANJUR TIMES, Cipanas – Tingkat hunian penginapan di Taman Wisata Alam (TWA) Sevillage, Cipanas, Kabupaten Cianjur, terus meningkat dan hampir selalu penuh setiap akhir pekan. Lonjakan ini didorong oleh tingginya aktivitas gathering dari komunitas maupun perusahaan.
Pengelola Sevillage mencatat seluruh unit penginapan, mulai dari glamping hingga Tenda Keong, rutin terisi penuh saat akhir pekan. Banyak pengunjung bahkan telah melakukan pemesanan jauh hari sebelumnya.
BACA JUGA : Morning Coffee Kopi Kabut Sevillage Cipanas: Ngopi Pagi Tanpa Tiket Masuk di Puncak
Gathering Komunitas Jadi Pendorong Utama
Marketing Sevillage, Muhammad Supriyadi, mengatakan peningkatan okupansi tidak hanya berasal dari wisatawan keluarga, tetapi juga dari kegiatan kelompok.
“Setiap akhir pekan penginapan kami selalu penuh. Bahkan dalam satu minggu bisa ada beberapa grup yang menggelar kegiatan gathering sekaligus menginap,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Lingkungan alam yang sejuk serta fasilitas yang tersedia menjadi alasan banyak komunitas dan instansi memilih lokasi ini.
Beragam Aktivitas Dukung Kegiatan Kelompok
Untuk mendukung kegiatan gathering, pengelola menyediakan berbagai aktivitas kelompok seperti fun games. Beberapa permainan yang sering digunakan antara lain transfer water cup, flying carpet, hingga mouse trap.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan luar ruangan seperti jungle track di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. Aktivitas ini menawarkan pengalaman menjelajah alam dengan udara segar.
Sevillage juga menghadirkan kegiatan edukatif seperti workshop angklung yang mulai diminati oleh berbagai kalangan.
Sevillage Siapkan Pengembangan Wahana Baru
Supriyadi menyebut pihaknya tengah menyiapkan sejumlah pengembangan untuk meningkatkan daya tarik wisata.
“Kami sedang menyiapkan renovasi di beberapa titik dan merencanakan penambahan wahana baru,” katanya.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan dan aktivitas wisata, Sevillage menjadi salah satu pusat kegiatan wisata di kawasan Puncak Cipanas. Kondisi ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal di sekitar area wisata.***




















