Menu

Mode Gelap
Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik HONOR Pad X8b Resmi Meluncur di Indonesia, Tablet Ramah Keluarga dengan Baterai 10.100 mAh Penghapusan Tiket Ganda Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Wisata Cibodas Hingga Dua Kali Lipat Turnamen Bulutangkis Internasional Hundred Hoo Haa Cup 2026 Digelar, Total Hadiah Rp2,5 Miliar Kasus Tabrak Lari Advokat di Cianjur Terungkap, Sopir Pick Up Ditangkap Polisi Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati

Berita

Balita di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Keracunan MBG, Diagnosis Syok Septik

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Leles – Seorang balita berinisial MAB (2), warga Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Korban awalnya mendapat penanganan di Puskesmas Leles pada Selasa (14/4/2026) setelah mengalami gejala mual, lemas, dan diare. Namun, kondisinya terus memburuk sehingga tenaga medis merujuknya ke RSUD Pagelaran pada Rabu (22/4/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung memberikan penanganan intensif karena kondisi pasien tidak stabil.

BACA JUGA : 63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irfan Nur Fauzi, menyebut korban datang dengan kondisi lemah disertai pembengkakan pada tangan dan kaki.

“Pasien langsung kami tangani karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, serta mengalami pembengkakan pada ekstremitas,” ujar Irfan, Sabtu (25/4/2026).

Meski telah mendapatkan penanganan maksimal, kondisi korban tidak menunjukkan perbaikan. Setelah menjalani perawatan selama hampir 12 jam, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

Irfan menjelaskan, hasil diagnosis menunjukkan korban mengalami syok septik, kondisi serius akibat infeksi berat yang menyebabkan gangguan pada organ tubuh.

“Diagnosisnya syok septik. Sejak awal pasien juga memiliki riwayat diare,” jelasnya.

Lanjutan Dugaa Kasus Keracunan MBG Sebelumnya

Kasus ini menjadi bagian dari kejadian luar biasa yang terjadi di Kecamatan Leles. Sebelumnya, sebanyak 134 warga, mayoritas anak-anak, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengatakan keluhan mulai muncul sejak awal pekan dan terus meningkat dalam beberapa hari berikutnya.

“Awalnya hanya beberapa kasus, tetapi meningkat pada Kamis dan Jumat hingga total mencapai 134 orang yang menjalani penanganan,” kata Tedi.

Tenaga medis sempat menangani sebagian korban di fasilitas darurat di aula desa sebelum akhirnya merujuk pasien dengan kondisi lebih serius ke fasilitas kesehatan.

“Dari ratusan pasien, dua di antaranya dalam kondisi berat sehingga membutuhkan penanganan intensif dan rujukan ke rumah sakit,” tambahnya.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk pengujian sampel makanan yang para korban konsumsi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penghapusan Tiket Ganda Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Wisata Cibodas Hingga Dua Kali Lipat

23 April 2026 - 11:51 WIB

kunjungan wisatawan ke kebun raya cibodas

Kasus Tabrak Lari Advokat di Cianjur Terungkap, Sopir Pick Up Ditangkap Polisi

22 April 2026 - 19:20 WIB

Tabrak lari advokat di canjur

Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati

21 April 2026 - 19:08 WIB

Sidang paripurna DPRD Cianjur

Jalur Kereta Cibeber–Lampegan Cianjur Kembali Normal Usai Gogosan, KA Siliwangi Beroperasi Lagi

21 April 2026 - 10:54 WIB

jalur kereta cianjur

Morning Coffee Kopi Kabut Sevillage Cipanas: Ngopi Pagi Tanpa Tiket Masuk di Puncak

19 April 2026 - 21:46 WIB

Kopi kabut sevillage
Trending di Berita