Menu

Mode Gelap
Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026 Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam

Berita

Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati

badge-check


					Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Sidang paripurna di DPRD Kabupaten Cianjur mendadak ricuh pada Senin (20/4/2026) malam. Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan sindiran “Keluarga Sanusi (Santun tapi Korupsi)” saat Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, tengah menyampaikan sambutan.

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang berada di balkon lantai dua ruang sidang. Saat Bupati naik ke podium, mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berwarna putih itu ke arah peserta rapat.

BACA JUGA : Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus


Situasi sempat memanas ketika beberapa pihak mencoba menurunkan spanduk tersebut. Namun, mahasiswa segera mengamankannya kembali untuk menghindari potensi gesekan lebih lanjut.

Kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah


Perwakilan mahasiswa, Agus Rama Tunggara, menyebut aksi ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, mahasiswa kesulitan menyampaikan aspirasi karena tidak adanya ruang komunikasi langsung dengan kepala daerah.

“Kami ingin menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari janji politik yang belum terealisasi hingga dugaan praktik yang perlu kita kritisi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Sorotan Dugaan Nepotisme

Mahasiswa juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam pengisian posisi di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD).

Rama menyebut adanya indikasi bahwa kedekatan politik lebih diutamakan dibandingkan kompetensi profesional.

“Mengacu pada teori Robert Klitgaard, korupsi muncul dari monopoli dan diskresi tanpa akuntabilitas. Ini yang kami khawatirkan terjadi,” tambahnya.

Terkait tulisan “Keluarga Sanusi”, ia menegaskan bahwa pesan tersebut bersifat umum dan bukan tertuju kepada individu tertentu secara spesifik.

Respons DPRD Cianjur

Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menyayangkan aksi tersebut karena berada dalam forum resmi tertinggi legislatif.

Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya melalui mekanisme yang lebih tertib tanpa mengganggu jalannya sidang paripurna DPRD Cianjur.

“Rapat paripurna adalah forum resmi yang harus dijaga kehormatannya. Ini bukan momen yang tepat untuk aksi seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, Metty berharap ke depan seluruh elemen masyarakat tetap mematuhi tata tertib yang berlaku demi kelancaran pembahasan kebijakan publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

21 Juli 2026 - 16:46 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap

21 Juli 2026 - 13:14 WIB

satresnarkoba polres cianjur

Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan

21 Juli 2026 - 06:24 WIB

Satlantas Polres

Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026

20 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harga BBM Pertamina

Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur

20 Juli 2026 - 20:54 WIB

kekeringan di cianjur
Trending di Berita