Menu

Mode Gelap
Raperda Kesehatan Cianjur Diduga Copas, Zona Waktu WITA Jadi Sorotan Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas Bupati Cianjur Lantik 90 Pejabat, Ini Daftar Kepala Dinas dan Camat Baru Wacana Denda e-KTP Hilang, Disdukcapil Cianjur: Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab Krisis Sarana Pendidikan di Cianjur, 469 Ruang Kelas Rusak Berat, Siswa Belajar di Tenda Darurat

Berita

Keracunan MBG di Cianjur Kembali Terjadi, 9 Siswa Masuk Rumah Sakit​

badge-check


					Foto : detikJabar Perbesar

Foto : detikJabar

CIANJUR TIMES – Dugaan keracunan akibat program Makan Siang Bergizi (MBG) kembali terjadi di Cianjur. Kali ini, sebanyak sembilan siswa MTs Islamiyah Sayang, Kabupaten Cianjur, mengalami gejala keracunan setelah menyantap buah potong dari menu MBG, Rabu (3/9/2025). Para siswa tersebut mengeluh mual dan muntah yang diduga disebabkan oleh buah melon yang sudah masam.

​Menurut Kepala Sekolah MTs Islamiyah, Endang Suryana, kejadian bermula saat sekitar 200 siswa di sekolahnya menyantap menu makan siang pada pukul 11.00 WIB. Setelah memakan buah melon, beberapa siswa mengeluh rasanya tidak segar dan sedikit masam.

​”Ngeluhnya melon tidak segar, sedikit masam. Sebagian tidak memakan, tapi ada juga yang tetap dimakan,” ujar Endang.

Tidak lama kemudian, siswa yang menyantap buah tersebut mulai mengeluh pusing dan mual, bahkan ada yang muntah-muntah.

​Sembilan siswa yang mengalami gejala keracunan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak sekolah juga memeriksa kondisi kesehatan siswa lainnya untuk memastikan tidak ada penambahan korban, dan setelah itu siswa yang lain dipulangkan.

​”Baru yang pertama terjadi di sini. Padahal ini sudah dua bulan MBG masuk ke sekolah,” tambah Endang.

​Dinas Kesehatan Ambil Sampel Makanan untuk Penelusuran

​Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan penanganan dan penelusuran. Tim juga telah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diuji di laboratorium.

​”Sudah dilakukan penanganan. Untuk sampel makanan dan muntahan juga sudah diambil,” kata Made. Ia mengaku belum bisa memastikan penyebab keracunan dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

​Kejadian ini menambah daftar insiden serupa yang terkait program MBG di Cianjur. Sebelumnya, sebanyak 12 santriwati di Ponpes Darul Quran di Kecamatan Cidaun mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG pada 20 Agustus 2025. Kemudian pada April 2025 lalu, 78 siswa MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI Cianjur juga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program yang sama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Raperda Kesehatan Cianjur Diduga Copas, Zona Waktu WITA Jadi Sorotan

29 April 2026 - 21:06 WIB

raperda kesehatan cianjur

Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Dikritik Tak Punya Alur Jelas

29 April 2026 - 20:37 WIB

program uhc cianjur

Bupati Cianjur Lantik 90 Pejabat, Ini Daftar Kepala Dinas dan Camat Baru

29 April 2026 - 11:45 WIB

mutasi pejabat cianjur

Wacana Denda e-KTP Hilang, Disdukcapil Cianjur: Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

28 April 2026 - 09:54 WIB

denda e-KTP hilang

Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab

28 April 2026 - 09:42 WIB

balita meninggal mbg cianjur
Trending di Berita