Cianjur Times – Getaran gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya pada Jumat (14/3) dini hari, tepat saat masyarakat bersiap menjalankan sahur. Peristiwa gempa terkini di Cianjur ini sempat memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menghindari kemungkinan bangunan runtuh.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada di koordinat 8,04 LS dan 106,86 BT. Episenter tercatat berada di laut, sekitar 121 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 53 kilometer.
Meskipun sumber gempa berada di perairan selatan, getaran dilaporkan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, termasuk kawasan perkotaan yang memiliki kondisi tanah yang sensitif terhadap guncangan.
Warga Berhamburan Keluar Rumah
Kepanikan paling terasa di wilayah selatan Cianjur yang lokasinya relatif lebih dekat dengan pusat gempa.
Seorang warga Kecamatan Sindangbarang, Mang Dea (60), mengatakan guncangan terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung beberapa detik.
“Guncangannya terasa sekitar lima detik dan cukup kuat. Banyak warga yang sedang menyiapkan sahur langsung keluar rumah karena takut terjadi sesuatu,” ujarnya.
Setelah memastikan situasi aman dan tidak ada peringatan tsunami, warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas sahur.
Trauma Gempa 2022 Masih Terasa
Getaran juga dirasakan di wilayah utara Cianjur, termasuk kawasan perkotaan. Beberapa warga mengaku sempat khawatir karena teringat peristiwa gempa besar yang terjadi pada 2022 lalu.
Rendi Irawan (23), warga Kecamatan Cianjur, mengaku sempat menduga gempa berasal dari daratan seperti bencana yang melanda wilayah Cugenang pada tahun 2022.
“Saya kira gempa dari darat seperti dulu di Cugenang. Karena itu saya langsung keluar rumah untuk berjaga-jaga,” katanya.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah kecamatan di Cianjur, mulai dari wilayah pesisir hingga daerah pegunungan seperti Cipanas dan Ciranjang.
BPBD Lakukan Pemantauan
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Cianjur langsung melakukan pemantauan di berbagai wilayah. Petugas dan relawan di tingkat desa mendapat imbauan untuk mengecek kondisi permukiman warga untuk memastikan tidak ada kerusakan bangunan atau korban.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan signifikan akibat gempa tersebut.
“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan bangunan. Namun kami tetap meminta relawan di tiap desa melakukan pengecekan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Pihak BPBD juga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun biasanya berkekuatan lebih kecil.
Warga Diminta Tetap Tenang
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun instansi pemerintah terkait.
Peristiwa gempa terkini di Cianjur ini kembali mengingatkan bahwa wilayah tersebut berada di kawasan rawan aktivitas tektonik. Karena itu, edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana terus Pemerintah gencarkan agar masyarakat mengetahui langkah yang tepat saat gempa terjadi.
Hingga pagi hari, kondisi di pusat kota Cianjur telah kembali normal dan masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa selama bulan Ramadan.***




















