Cianjur Times – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama unsur TNI dan Polri resmi memulai pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di pusat Kabupaten Cianjur, Kamis (12/3).
Operasi pengamanan ini bertujuan memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Cianjur.
Pengamanan melibatkan berbagai instansi, mulai dari aparat keamanan hingga lembaga pelayanan masyarakat. Fokus utama operasi ini adalah memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintasi jalur utama Puncak maupun jalur alternatif menuju wilayah selatan dan timur Cianjur.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan bahwa kesiapan pengamanan tahun ini harus lebih optimal mengingat potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Selain TNI dan Polri, pengamanan juga melibatkan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur. Selain itu, Palang Merah Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, serta relawan dari Gerakan Pramuka juga turut ambil andil.
“Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari ke depan. Kami berharap seluruh perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran di Kabupaten Cianjur dapat berjalan lancar dan aman,” ujar Wahyu kepada awak media.
Ribuan Personel Siaga di Titik Strategis Cianjur
Untuk mendukung kelancaran operasi, sekitar 1.300 personel gabungan akan bertugas di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Cianjur.
Petugas akan bersiaga di sejumlah lokasi rawan kemacetan, kawasan wisata, serta titik yang memiliki potensi gangguan keamanan maupun bencana alam.
Kapolres Cianjur Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa kepolisian mengerahkan kekuatan maksimal dalam Operasi Ketupat Lodaya tahun ini.
Dari total personel gabungan tersebut, sekitar 1.000 anggota berasal dari Polri, dengan 600 personel dari jajaran Polres Cianjur. Para petugas akan bertugas secara bergantian selama 24 jam untuk memantau situasi lalu lintas dan keamanan.
“Kami menyiapkan belasan Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), serta satu Pos Terpadu di titik utama. Pos-pos ini tidak hanya digunakan petugas, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat atau mendapatkan bantuan medis ringan,” jelas Alexander.
Kendaraan Operasional Bersiap di Jalur Rawan
Selain pengerahan personel, Polres Cianjur juga menyiagakan seluruh kendaraan operasional guna mendukung kelancaran pengamanan.
Armada patroli, sepeda motor pengurai kemacetan, hingga kendaraan derek akan berjaga untuk merespons cepat berbagai potensi gangguan lalu lintas. Seperti kecelakaan atau kendaraan mogok di jalur menanjak kawasan Puncak.
Pihak kepolisian juga memanfaatkan sistem pemantauan lalu lintas serta koordinasi cepat antarpos guna mengurai kepadatan kendaraan sebelum terjadi kemacetan panjang.
“Seluruh kendaraan operasional kami siagakan untuk mendukung kelancaran pengamanan arus mudik. Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melintas di wilayah Cianjur,” kata Alexander.***




















