Menu

Mode Gelap
50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ Tukang Ojek di Cibeber Cianjur Diserang Saat Pulang, Alami Luka Serius dan Motor Hilang

Berita

DPRD Soroti APBD: Nasib Ribuan Guru Honorer Cianjur Belum Mendapat Kepastian

badge-check

Anggota Komisi IV DPRD Kabuate Cianjur, Rustam Effendi. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kabuate Cianjur, Rustam Effendi.

CIANJUR TIMES – Nasib ribuan guru honorer di Kabupaten Cianjur yang menunggu kejelasan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Cianjur. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kendala utama pengangkatan secara massal.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi, menjelaskan bahwa seluruh data honorer telah selesai pada tahap pengajuan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kemudian akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, proses pengangkatan terganjal dana.

“APBD kita tidak bisa sekaligus meng-cover keseluruhan guru honorer untuk masuk menjadi PPPK atau bahkan paruh waktu, karena ini akan berimplikasi terhadap postur APBD. Nantinya pos-pos prioritas seperti kesehatan dan infrastruktur akan terkoreksi angkanya,” jelas Rustam kepada media, Selasa (9/12/2025).

Terancam Tersisih, Harapan Tertuju pada Kenaikan PAD

Rustam menyebutkan bahwa pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur adalah tiga sektor mandatori utama yang wajib ada dalam APBD. Ia juga menyoroti kondisi transfer keuangan pusat ke daerah yang berkurang lebih dari Rp300 miliar. Sementara, Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum mampu berkontribusi maksimal.

“Kalau PAD bisa meningkat, tentu secara bertahap guru-guru honorer tersebut juga tenaga kesehatan, peternakan, perkebunan bisa diangkat dan dibiayai gajinya melalui APBD,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 1.576 guru honorer Cianjur tidak masuk dalam usulan formasi PPPK tahun 2025. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Cianjur, Wawan Setiawan, menyebutkan bahwa Pemda telah mengusulkan lebih dari 7.000 formasi PPPK paruh waktu tahun ini, termasuk lebih dari 2.800 tenaga pendidikan.

“Mudah-mudahan dengan adanya pengangkatan PPPK paruh waktu ini dapat menambah motivasi guru. Harapan kami kinerja meningkat dan kesejahteraannya juga meningkat,” ujar Wawan.

Dia menuturkan, banyak guru honorer yang terdaftar di Dapodik terpaksa tidak dapat mengikuti seleksi. Hal ini lantaran adanya persyaratan minimal masa kerja dua tahun. Hal ini membuat ratusan guru tersisih. “Belum ada solusi hingga saat ini. Kita menunggu kebijakan pemerintah pusat. Banyak daerah juga masih menyisakan tenaga honorer,” pungkas Wawan, berharap pemerintah pusat membuka kembali formasi dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung

Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

15 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

14 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Apel Kebangsaan

MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ

14 Agustus 2026 - 19:59 WIB

mendadak dj
Trending di Berita