Menu

Mode Gelap
M Herry Wirawan Terpilih Aklamasi Pimpin ICMI Orda Cianjur Periode 2026–2031 Ai Juariah Pulang ke Cianjur, Polisi Buru Sponsor Pemberangkatan Ilegal Pemkab Cianjur Hibahkan Lahan untuk Kantor Kemenhaj, Pembangunan Ditargetkan Mulai Agustus Hari Jadi ke-349, Pemkab Cianjur Targetkan Bangkit dari IPM Terendah di Jawa Barat Momen Saling Suap Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 Warga Cibeber Cianjur Tertimpa Rumah Roboh Saat Tidur, Alami Luka di Kepala dan Lengan

Berita

Dugaan Keracunan MBG di Cianjur Terulang, Belasan Santriwati di Cidaun Dirawat Intensif

badge-check


					Dugaan Keracunan MBG di Cianjur Terulang, Belasan Santriwati di Cidaun Dirawat Intensif Perbesar

CIANJUR TIMES – Kasus dugaan keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) kembali terjadi di Cianjur. Kali ini, menimpa 12 santriwati di Yayasan Pendidikan Islam Assatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan. Para santriwati ini dilarikan ke Puskesmas Cidaun setelah mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap makan siang.

Menurut Kepala Puskesmas Cidaun, Eman Sulaeman, pihak Puskesmas telah menangani 12 santriwati yang menunjukkan gejala mirip keracunan. Mereka dirawat secara intensif sejak Rabu (20/8/2025) sore hingga malam hari. “Sore kemarin hingga malam kita menangani 12 siswa yang mengeluhkan gejala seperti keracunan karena mual, muntah, pusing. Dari 12 orang, kini 1 orang sudah membaik, sisanya yakni 11 orang masih dalam observasi,” ujar Eman, Kamis (21/8/2025).

Saus MBG Terasa Basi, Dinas Kesehatan Periksa Sampel Makanan

Salah seorang santriwati berinisial AM (17) mengaku merasakan sakit perut dan mual setelah menyantap menu MBG. “Saya termasuk salah satu yang makan. Semuanya makan di asrama. Selang dua jam kemudian mulai terasa sakit perut, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah sampai dehidrasi. Ada 12 orang yang kena,” katanya.

AM mengungkapkan salah satu menu dari MBG, yaitu saus dari mi spageti, mengeluarkan bau tidak sedap. “Sausnya agak basi. Lengket tapi encer, baunya juga enggak enak,” ungkapnya, menduga saus tersebut menjadi penyebab keracunan.

Eman Sulaeman menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan MBG tersebut karena para santri juga sempat sarapan pagi. Untuk memastikan penyebabnya, tim dari Dinas Kesehatan Cianjur telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, I Made Setiawan, membenarkan bahwa timnya masih melakukan investigasi di lapangan. “Tim masih investigasi di lapangan sesuai prosedur penanganan,” pungkasnya.

Ini bukan kasus dugaan keracunan pertama terkait program MBG di Cianjur. Pada April 2025, puluhan pelajar dari MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur juga mengalami keracunan setelah menyantap menu yang sama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

M Herry Wirawan Terpilih Aklamasi Pimpin ICMI Orda Cianjur Periode 2026–2031

14 Juli 2026 - 14:40 WIB

icmi Cianjur

Ai Juariah Pulang ke Cianjur, Polisi Buru Sponsor Pemberangkatan Ilegal

13 Juli 2026 - 15:07 WIB

Ai Juariah

Pemkab Cianjur Hibahkan Lahan untuk Kantor Kemenhaj, Pembangunan Ditargetkan Mulai Agustus

13 Juli 2026 - 05:28 WIB

Kantor Kemenhaj

Hari Jadi ke-349, Pemkab Cianjur Targetkan Bangkit dari IPM Terendah di Jawa Barat

12 Juli 2026 - 18:35 WIB

Ipm terendah di jawa barat

Momen Saling Suap Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349

12 Juli 2026 - 16:47 WIB

hari jadi cianjur ke-349
Trending di Berita