Menu

Mode Gelap
Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati Jalur Kereta Cibeber–Lampegan Cianjur Kembali Normal Usai Gogosan, KA Siliwangi Beroperasi Lagi Morning Coffee Kopi Kabut Sevillage Cipanas: Ngopi Pagi Tanpa Tiket Masuk di Puncak 63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG Razia Knalpot Brong di Cianjur Ungkap Peredaran Obat Terlarang dan Miras Oplosan Modus COD Video Duel Pelajar SD dan SMP di Cianjur Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Berita

Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati

badge-check


					Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Sidang paripurna di DPRD Kabupaten Cianjur mendadak ricuh pada Senin (20/4/2026) malam. Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan sindiran “Keluarga Sanusi (Santun tapi Korupsi)” saat Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, tengah menyampaikan sambutan.

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang berada di balkon lantai dua ruang sidang. Saat Bupati naik ke podium, mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berwarna putih itu ke arah peserta rapat.

BACA JUGA : Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus


Situasi sempat memanas ketika beberapa pihak mencoba menurunkan spanduk tersebut. Namun, mahasiswa segera mengamankannya kembali untuk menghindari potensi gesekan lebih lanjut.

Kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah


Perwakilan mahasiswa, Agus Rama Tunggara, menyebut aksi ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, mahasiswa kesulitan menyampaikan aspirasi karena tidak adanya ruang komunikasi langsung dengan kepala daerah.

“Kami ingin menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari janji politik yang belum terealisasi hingga dugaan praktik yang perlu kita kritisi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Sorotan Dugaan Nepotisme

Mahasiswa juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam pengisian posisi di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD).

Rama menyebut adanya indikasi bahwa kedekatan politik lebih diutamakan dibandingkan kompetensi profesional.

“Mengacu pada teori Robert Klitgaard, korupsi muncul dari monopoli dan diskresi tanpa akuntabilitas. Ini yang kami khawatirkan terjadi,” tambahnya.

Terkait tulisan “Keluarga Sanusi”, ia menegaskan bahwa pesan tersebut bersifat umum dan bukan tertuju kepada individu tertentu secara spesifik.

Respons DPRD Cianjur

Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menyayangkan aksi tersebut karena berada dalam forum resmi tertinggi legislatif.

Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya melalui mekanisme yang lebih tertib tanpa mengganggu jalannya sidang paripurna DPRD Cianjur.

“Rapat paripurna adalah forum resmi yang harus dijaga kehormatannya. Ini bukan momen yang tepat untuk aksi seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, Metty berharap ke depan seluruh elemen masyarakat tetap mematuhi tata tertib yang berlaku demi kelancaran pembahasan kebijakan publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalur Kereta Cibeber–Lampegan Cianjur Kembali Normal Usai Gogosan, KA Siliwangi Beroperasi Lagi

21 April 2026 - 10:54 WIB

jalur kereta cianjur

Morning Coffee Kopi Kabut Sevillage Cipanas: Ngopi Pagi Tanpa Tiket Masuk di Puncak

19 April 2026 - 21:46 WIB

Kopi kabut sevillage

63 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

19 April 2026 - 09:02 WIB

Keracunan menu MBG

Razia Knalpot Brong di Cianjur Ungkap Peredaran Obat Terlarang dan Miras Oplosan Modus COD

18 April 2026 - 20:48 WIB

Razia knalpot

Video Duel Pelajar SD dan SMP di Cianjur Viral, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

18 April 2026 - 20:26 WIB

Duel pelajar di cianjur
Trending di Berita