Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati

badge-check

Sidang Paripurna DPRD Cianjur Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Keluarga Sanusi’ di Hadapan Bupati Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Sidang paripurna di DPRD Kabupaten Cianjur mendadak ricuh pada Senin (20/4/2026) malam. Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan sindiran “Keluarga Sanusi (Santun tapi Korupsi)” saat Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, tengah menyampaikan sambutan.

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang berada di balkon lantai dua ruang sidang. Saat Bupati naik ke podium, mahasiswa tiba-tiba membentangkan spanduk berwarna putih itu ke arah peserta rapat.

BACA JUGA : Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus


Situasi sempat memanas ketika beberapa pihak mencoba menurunkan spanduk tersebut. Namun, mahasiswa segera mengamankannya kembali untuk menghindari potensi gesekan lebih lanjut.

Kekecewaan terhadap Pemerintah Daerah


Perwakilan mahasiswa, Agus Rama Tunggara, menyebut aksi ini sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, mahasiswa kesulitan menyampaikan aspirasi karena tidak adanya ruang komunikasi langsung dengan kepala daerah.

“Kami ingin menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari janji politik yang belum terealisasi hingga dugaan praktik yang perlu kita kritisi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Sorotan Dugaan Nepotisme

Mahasiswa juga menyoroti dugaan praktik nepotisme dalam pengisian posisi di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD).

Rama menyebut adanya indikasi bahwa kedekatan politik lebih diutamakan dibandingkan kompetensi profesional.

“Mengacu pada teori Robert Klitgaard, korupsi muncul dari monopoli dan diskresi tanpa akuntabilitas. Ini yang kami khawatirkan terjadi,” tambahnya.

Terkait tulisan “Keluarga Sanusi”, ia menegaskan bahwa pesan tersebut bersifat umum dan bukan tertuju kepada individu tertentu secara spesifik.

Respons DPRD Cianjur

Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, menyayangkan aksi tersebut karena berada dalam forum resmi tertinggi legislatif.

Ia menilai penyampaian aspirasi seharusnya melalui mekanisme yang lebih tertib tanpa mengganggu jalannya sidang paripurna DPRD Cianjur.

“Rapat paripurna adalah forum resmi yang harus dijaga kehormatannya. Ini bukan momen yang tepat untuk aksi seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, Metty berharap ke depan seluruh elemen masyarakat tetap mematuhi tata tertib yang berlaku demi kelancaran pembahasan kebijakan publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita