Menu

Mode Gelap
Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi Kepulangan Jemaah Haji Cianjur Kloter 73 Dijadwalkan 27 Juni, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat Sehari Setelah Dicopot Presiden Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hendayana Ditahan Kejagung

Berita

Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak

badge-check


					Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak Perbesar

CIANJUR TIMES, Campaka – Seorang warga Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur bernama Ayi Solehudin ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, setelah dilaporkan hilang selama sekitar 2,5 tahun. Saat ini Ayi telah kembali ke keluarganya dan menjalani pemulihan kesehatan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa Ayi bukan berada di kawasan Gunung Salak selama 2,5 tahun. Selama menghilang, ia diketahui berpindah-pindah lokasi hingga terakhir ditemukan di lereng Gunung Salak oleh warga setempat.

BACA JUGA : Viral! Pendaki Gunung Gede Buang Sampah Tak Senonoh

Warga Temukan Saat Memeriksa Aliran Sungai

Penemuan Ayi bermula ketika sejumlah warga memeriksa aliran sungai usai hujan deras mengguyur kawasan pegunungan pada malam sebelumnya. Warga kemudian menemukan seorang pria dalam kondisi lemas dan tergeletak di dekat aliran sungai.

Menerima laporan tersebut, aparat desa bersama relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Medan yang terjal membuat relawan harus melakukan proses evakuasicuku secara manual menggunakan tandu.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, mengatakan saat petugas menemukannya, korban dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gejala hipotermia.

“Kronologinya itu ketemunya sama warga situ yang ingin melihat air karena semalam hujan deras, kemudian menemukan pria tersebut dengan posisi sudah tergeletak,” katanya.

Menurut Irfan, proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam hingga korban berhasil petugas bawa keluar dari kawasan hutan. Identitas korban kemudian diketahui setelah pemeriksaan sidik jari dan retina mata.

“Si bapak lemas banget, tidak bisa jalan dan bicara juga kaku. Dia juga tidak tahu atau tidak menjawab bagaimana bisa berada di Gunung Salak,” katanya.

Setelah identitasnya terungkap, relawan berhasil menghubungi pihak keluarga di Campaka.

“Ayi sudah keluarga jemput. Alhamdulillah relawan ASB, Sukabumi Bersatu, Sosial Tangan Peduli, warga dan pihak desa turut membantu proses evakuasi serta menghubungi keluarganya,” ujar Irfan.

Keluarga Tegaskan Bukan Hilang di Gunung Salak Selama 2,5 Tahun

Kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), mengatakan adiknya telah meninggalkan rumah sejak sekitar 2,5 tahun lalu dan beberapa kali ada lporan terlihat di sejumlah daerah.

Menurutnya, Ayi memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sehingga kerap berjalan tanpa tujuan dan sulit keluarga temukan.

“Sempat di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah melihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali keluarga menyusul, sudah tidak ada karena pergi lagi,” kata Ujang.

Ia menegaskan bahwa adiknya baru berada di kawasan Gunung Salak saat warga menemukannya.

“Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun lalu dan terakhir ketemu di Gunung Salak,” ujarnya.

Jalani Pemulihan dan Pengobatan

Saat ini Ayi telah kembali ke rumahnya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka. Keluarga berkomitmen untuk mendampingi dan mengawasi Ayi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Puskesmas Campaka, dr. Tito, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Ayi, baik fisik maupun kejiwaannya.

“Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kesehatan fisik. Kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan. Kami juga akan melanjutkan pengobatan kejiwaannya agar kondisinya semakin membaik,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur

Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

6 Juni 2026 - 20:10 WIB

dapur MBG Cianjur

Kepulangan Jemaah Haji Cianjur Kloter 73 Dijadwalkan 27 Juni, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat

5 Juni 2026 - 19:24 WIB

kepulangan jemaah haji cianjur
Trending di Berita