Menu ✖

Mode Gelap
Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

Berita

Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak

badge-check

Pria Asal Campaka Cianjur yang Hilang 2,5 Tahun Ditemukan Lemas di Lereng Gunung Salak Perbesar

CIANJUR TIMES, Campaka – Seorang warga Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur bernama Ayi Solehudin ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, setelah dilaporkan hilang selama sekitar 2,5 tahun. Saat ini Ayi telah kembali ke keluarganya dan menjalani pemulihan kesehatan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa Ayi bukan berada di kawasan Gunung Salak selama 2,5 tahun. Selama menghilang, ia diketahui berpindah-pindah lokasi hingga terakhir ditemukan di lereng Gunung Salak oleh warga setempat.

BACA JUGA : Viral! Pendaki Gunung Gede Buang Sampah Tak Senonoh

Warga Temukan Saat Memeriksa Aliran Sungai

Penemuan Ayi bermula ketika sejumlah warga memeriksa aliran sungai usai hujan deras mengguyur kawasan pegunungan pada malam sebelumnya. Warga kemudian menemukan seorang pria dalam kondisi lemas dan tergeletak di dekat aliran sungai.

Menerima laporan tersebut, aparat desa bersama relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB) segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Medan yang terjal membuat relawan harus melakukan proses evakuasicuku secara manual menggunakan tandu.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu, Muh Irfan Maulana, mengatakan saat petugas menemukannya, korban dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gejala hipotermia.

“Kronologinya itu ketemunya sama warga situ yang ingin melihat air karena semalam hujan deras, kemudian menemukan pria tersebut dengan posisi sudah tergeletak,” katanya.

Menurut Irfan, proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam hingga korban berhasil petugas bawa keluar dari kawasan hutan. Identitas korban kemudian diketahui setelah pemeriksaan sidik jari dan retina mata.

“Si bapak lemas banget, tidak bisa jalan dan bicara juga kaku. Dia juga tidak tahu atau tidak menjawab bagaimana bisa berada di Gunung Salak,” katanya.

Setelah identitasnya terungkap, relawan berhasil menghubungi pihak keluarga di Campaka.

“Ayi sudah keluarga jemput. Alhamdulillah relawan ASB, Sukabumi Bersatu, Sosial Tangan Peduli, warga dan pihak desa turut membantu proses evakuasi serta menghubungi keluarganya,” ujar Irfan.

Keluarga Tegaskan Bukan Hilang di Gunung Salak Selama 2,5 Tahun

Kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), mengatakan adiknya telah meninggalkan rumah sejak sekitar 2,5 tahun lalu dan beberapa kali ada lporan terlihat di sejumlah daerah.

Menurutnya, Ayi memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sehingga kerap berjalan tanpa tujuan dan sulit keluarga temukan.

“Sempat di Ciwidey, di Cirebon, kemudian ada yang pernah melihat di Jampang Surade Sukabumi. Tapi setiap kali keluarga menyusul, sudah tidak ada karena pergi lagi,” kata Ujang.

Ia menegaskan bahwa adiknya baru berada di kawasan Gunung Salak saat warga menemukannya.

“Jadi bukan hilang di Gunung Salak selama 2,5 tahun. Tapi sudah hilang sejak 2,5 tahun lalu dan terakhir ketemu di Gunung Salak,” ujarnya.

Jalani Pemulihan dan Pengobatan

Saat ini Ayi telah kembali ke rumahnya di Kampung Babakansirna, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka. Keluarga berkomitmen untuk mendampingi dan mengawasi Ayi agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Puskesmas Campaka, dr. Tito, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan Ayi, baik fisik maupun kejiwaannya.

“Petugas secara rutin mengecek kondisinya, terutama kesehatan fisik. Kondisinya lemah karena kurangnya asupan makanan. Kami juga akan melanjutkan pengobatan kejiwaannya agar kondisinya semakin membaik,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Disdikpora Cianjur Catat 921 Lulusan SMP Tak Lanjut Pendidikan Formal

3 Oktober 2026 - 04:16 WIB

sekolah

NCI dan MBM Mulai Gerakan Bersih Masjid di Cianjur, Masjid Al Hadi Jadi Lokasi Perdana

1 Oktober 2026 - 13:24 WIB

NCI

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community
Trending di Berita