Menu

Mode Gelap
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

Berita

Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam

badge-check


					Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (8/4/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut kejelasan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta meminta jaminan keamanan bagi masyarakat sipil.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan longmarch dan orasi di depan gedung DPRD.

BACA JUGA : Kawal Demokrasi, Aliansi BEM Cianjur Tolak Wacana Pilkada Tertentu

Mahasiswa Ajukan Sejumlah Tuntutan

Jenderal Lapangan aksi, Irsan, menyampaikan tuntutan mahasiswa mengacu pada Pasal 28E UUD 1945 terkait kebebasan berpendapat.

“Aksi hari ini membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mengacu pada UUD 1945 Pasal 28E terkait kebebasan berpendapat. Kami meminta Kapolres dan Dandim untuk menandatangani petisi demi menjamin keamanan aktivis mahasiswa dan masyarakat di Cianjur,” ujar Irsan.

Mahasiswa juga meminta agar proses penegakkan hukum dugaan pelanggaran oleh aparat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami ingin supremasi hukum ditegakkan, termasuk jika ada pelanggaran oleh militer di ranah sipil, harus dibawa ke peradilan sipil,” katanya.

Desak DPRD Tindak Lanjut Aspirasi

Perwakilan Aliansi BEM Cianjur, Mohamad Vito Andriyaksa, menilai kasus tersebut perlu mendapat perhatian serius.

“Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan indikasi serius memburuknya iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat. Kami menuntut supremasi sipil ditegakkan secara konsisten,” tegas Vito.

Mahasiswa juga meminta DPRD Kabupaten Cianjur meneruskan aspirasi mereka ke tingkat pusat, termasuk mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

DPRD Belum Beri Respons

Hingga aksi berlangsung, tidak ada perwakilan DPRD, kepolisian, maupun TNI yang menemui massa aksi.

Mahasiswa menyatakan kekecewaan atas tidak adanya tanggapan langsung dari pihak terkait.

“Kami memberikan ultimatum 2×24 jam. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama,” pungkas Irsan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat

CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

8 Juni 2026 - 08:35 WIB

ccn

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur
Trending di Berita