Menu

Mode Gelap
Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026 Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam

Berita

Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam

badge-check


					Demo Mahasiswa Cianjur Tuntut Keadilan Kasus Andrie Yunus, DPRD Diberi Ultimatum 2×24 Jam Perbesar

CIANJUR TIMES, Cianjur – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (8/4/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut kejelasan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, serta meminta jaminan keamanan bagi masyarakat sipil.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan longmarch dan orasi di depan gedung DPRD.

BACA JUGA : Kawal Demokrasi, Aliansi BEM Cianjur Tolak Wacana Pilkada Tertentu

Mahasiswa Ajukan Sejumlah Tuntutan

Jenderal Lapangan aksi, Irsan, menyampaikan tuntutan mahasiswa mengacu pada Pasal 28E UUD 1945 terkait kebebasan berpendapat.

“Aksi hari ini membawa sejumlah tuntutan, salah satunya mengacu pada UUD 1945 Pasal 28E terkait kebebasan berpendapat. Kami meminta Kapolres dan Dandim untuk menandatangani petisi demi menjamin keamanan aktivis mahasiswa dan masyarakat di Cianjur,” ujar Irsan.

Mahasiswa juga meminta agar proses penegakkan hukum dugaan pelanggaran oleh aparat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami ingin supremasi hukum ditegakkan, termasuk jika ada pelanggaran oleh militer di ranah sipil, harus dibawa ke peradilan sipil,” katanya.

Desak DPRD Tindak Lanjut Aspirasi

Perwakilan Aliansi BEM Cianjur, Mohamad Vito Andriyaksa, menilai kasus tersebut perlu mendapat perhatian serius.

“Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan indikasi serius memburuknya iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat. Kami menuntut supremasi sipil ditegakkan secara konsisten,” tegas Vito.

Mahasiswa juga meminta DPRD Kabupaten Cianjur meneruskan aspirasi mereka ke tingkat pusat, termasuk mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

DPRD Belum Beri Respons

Hingga aksi berlangsung, tidak ada perwakilan DPRD, kepolisian, maupun TNI yang menemui massa aksi.

Mahasiswa menyatakan kekecewaan atas tidak adanya tanggapan langsung dari pihak terkait.

“Kami memberikan ultimatum 2×24 jam. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama,” pungkas Irsan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Badak Cihea Cup 2026 Resmi Bergulir, Pesta Rakyat Desa Cihea Libatkan Mahasiswa KKN IAI Al-Azhary

21 Juli 2026 - 16:46 WIB

KKN IAI Al-Azhary

Satresnarkoba Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kilogram Ganja, Dua Tersangka Ditangkap

21 Juli 2026 - 13:14 WIB

satresnarkoba polres cianjur

Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan

21 Juli 2026 - 06:24 WIB

Satlantas Polres

Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026

20 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harga BBM Pertamina

Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur

20 Juli 2026 - 20:54 WIB

kekeringan di cianjur
Trending di Berita