Menu ✖

Mode Gelap
Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu 15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober di 47 Desa, Anggaran Rp2,5 Miliar

Berita

Korban Bertambah, Belasan Murid SD Alami Dugaan Keracunan di Cianjur Usai Santap MBG

badge-check

Korban Bertambah, Belasan Murid SD Alami Dugaan Keracunan di Cianjur Usai Santap MBG Perbesar

CIANJUR TIMES – Kasus dugaan keracunan di Cianjur yang menimpa puluhan murid SDN Wargasari, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, terus menunjukkan penambahan jumlah korban pada Selasa (27/1/2026).

Hingga saat ini, pihak kepolisian mencatat belasan siswa harus menjalani perawatan medis intensif setelah mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah. Para siswa mulai merasakan gejala tersebut sejak Senin sore usai mereka mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari dapur SPPG Gandasari.

Aparat kepolisian dan tenaga kesehatan bergerak cepat melakukan evakuasi meski terkendala minimnya fasilitas kendaraan ambulans di desa setempat.

Petugas terpaksa menggunakan sepeda motor, mobil dinas Polsek Kadupandak, hingga kendaraan warga untuk membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan pertolongan pertama.

Update Jumlah Korban dan Penanganan Medis

Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, mengonfirmasi bahwa angka korban terus berkembang seiring adanya laporan baru dari orang tua siswa.

Berdasarkan data terbaru, tercatat 17 hingga 20 siswa terdampak, dengan rincian tiga orang menjalani perawatan di RSUD Pagelaran karena kondisi yang cukup serius.

Sementara itu, belasan siswa lainnya masih mendapatkan penanganan intensif di Puskesmas Kadupandak dan beberapa lainnya sedang dalam perjalanan menuju fasilitas medis.

“Iya benar, namun jumlah pastinya belum bisa dipastikan. Saat ini masih ada beberapa yang minta diantar ke puskesmas,” kata AKP Deden Hermansyah.

Ia menjelaskan bahwa tim medis masih terus memantau kondisi seluruh siswa yang masuk ke unit gawat darurat.

Kepolisian juga mengerahkan personel untuk mendata kembali siswa yang mungkin mengalami gejala serupa namun belum melapor ke petugas kesehatan.

Penyelidikan Sampel Laboratorium oleh Kepolisian

Kepolisian Sektor Kadupandak saat ini tengah mendalami penyebab pasti dari peristiwa dugaan keracunan akibat santapan MBG tersebut melalui serangkaian penyelidikan ilmiah. Petugas telah mengambil sampel muntahan dan sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Hal ini guna memastikan apakah bakteri atau zat tertentu menjadi pemicu keracunan massal ini.

Polisi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menarik kesimpulan sepihak sebelum hasil resmi dari tim laboratorium forensik keluar.

“Intinya ada siswa di SD Wargasari yang keracunan. Untuk penyebabnya masih kami lakukan penyelidikan. Kami belum bisa menentukan kenapa atau karena apa. Masih menunggu hasil laboratorium dari sampel muntahan dan darah para korban,” tegas Deden.

Kepala Desa Wargasari, Juanda, turut mengimbau para orang tua agar segera membawa anak mereka ke puskesmas. Terlebjh jika menemukan gejala gangguan kesehatan mendadak guna meminimalisir risiko yang lebih berat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa di Cianjur, Polres dan Wartawan Bagikan 2.000 Masker

6 September 2026 - 15:56 WIB

anak krakatau

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Cianjur, Teras Rumah hingga Kendaraan Tertutup Debu

6 September 2026 - 15:41 WIB

Abu Vulkanik

Polres Cianjur dan Ngerayap Community Indonesia Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Cimanggu

4 September 2026 - 09:03 WIB

ngerayap community

15 Hektare Lahan Terbakar di Cilaku, Api Mendekati Permukiman Warga

2 September 2026 - 21:43 WIB

lahan terbakar

Diduga Cemburu, Pria di Cianjur Tewaskan Istri Siri dan Siapkan Lubang di Belakang Mess

2 September 2026 - 13:08 WIB

Pembunuhan peternakan ayam
Trending di Berita