CIANJUR TIMES, Cianjur – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu, 24 Mei 2026, memicu banjir di Desa Hegarmanah. Sedikitnya 30 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 92 jiwa terdampak akibat luapan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan tinggi sejak petang.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan hujan deras membuat saluran drainase meluap hingga air masuk ke kawasan permukiman warga dalam waktu singkat.
“Hujan deras sejak petang menyebabkan saluran air meluap dan menggenangi rumah warga di sejumlah titik. Data sementara ada sekitar 30 rumah terdampak dan 92 jiwa merasakan dampaknya,” kata Asep, Sabtu (24/5/2026).
BACA JUGA : Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga
Petugas Gabungan Evakuasi Warga
Tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk membantu proses penanganan banjir. Petugas memprioritaskan perempuan, anak-anak, dan lansia menuju area yang lebih aman guna mengantisipasi debit air kembali meningkat.
Proses evakuasi melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan kebencanaan.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga membersihkan saluran air yang tersumbat sampah agar genangan lebih cepat surut. BPBD turut mengoperasikan pompa air di sejumlah titik banjir untuk mempercepat penyedotan air dari permukiman warga.
Kawasan Hegarmanah Kerap Dilanda Banjir
Menurut Asep, wilayah Desa Hegarmanah termasuk kawasan yang cukup rawan banjir ketika hujan deras turun dalam durasi panjang. Karena itu, BPBD terus memantau kondisi cuaca dan perkembangan genangan di lapangan.
“Kami masih melakukan pendataan di sejumlah titik banjir di Desa Hegarmanah. Petugas juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk menyiapkan lokasi pengungsian apabila diperlukan,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam, BPBD belum menerima laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat banjir tersebut. Meski begitu, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila hujan kembali mengguyur wilayah Cianjur dengan intensitas tinggi.
BPBD Imbau Warga Bersihkan Saluran Air
BPBD Cianjur mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rendah, untuk rutin membersihkan drainase lingkungan serta tidak membuang sampah ke saluran air.
Menurut BPBD, kondisi drainase yang bersih dapat membantu mengurangi risiko banjir saat cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Cianjur.***




















