Menu

Mode Gelap
Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong Menjaga Identitas Cianjur sebagai Tatar Santri di Tengah Arus Modernisasi Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida Analisis Kritis Kondisi Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Berita

BGN Ungkap Nitrit pada Menu MBG Cianjur Capai 169 Kali di Atas Batas Aman

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi terkait insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur pada April 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan nitrit dalam jumlah sangat tinggi pada menu sayuran yang disajikan kepada siswa.

Temuan tersebut berasal dari investigasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leles 2, Sukasirna. Berdasarkan hasil uji laboratorium, menu tumis pakcoy yang disajikan pada 16 April 2026 diketahui mengandung kadar nitrit jauh di atas ambang batas aman yang ditetapkan standar internasional.

BACA JUGA : Balita Meninggal di Cianjur, Diduga Terkait MBG, BGN: Tunggu Hasil Lab

Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Arie Karimah Muhammad, menyebut kadar nitrit yang petugas temukan mencapai 169 kali lipat dari batas aman konsumsi harian menurut standar The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA).

“Jika merujuk batas maksimum JECFA untuk nitrit, yakni 0,07 mg/kg berat badan per hari. Tumis pakcoy tersebut mengandung 11,85 mg/kg, maka temuan di SPPG Leles 2 Cianjur mencapai 169 kali lipat di atas batas aman,” ujar Arie dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2026).

Menu MBG Negatif Bakteri Berbahaya

Meski ada temuan cemaran kimia berupa nitrit, hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat menyatakan menu makanan tersebut negatif dari kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella sp, E.Coli, dan Bacillus cereus.

BGN menduga tingginya kandungan nitrit bukan berasal dari proses pengolahan makanan di dapur, melainkan dari faktor eksternal pada bahan baku sayuran sebelum didistribusikan.

Arie menjelaskan, cemaran nitrit bisa berasal dari penggunaan pupuk nitrogen berlebihan. Atau bisa karena air yang tercemar limbah organik, hingga kontaminasi lingkungan di area pertanian.

“Dugaan sumber cemaran lain dapat berasal dari penggunaan pupuk organik atau nitrogen berlebihan, air resapan tercemar kotoran manusia atau hewan. Atau limbah pabrik kimia di sekitar lahan pertanian,” jelasnya.

BGN Peringatkan Dampak Nitrit bagi Kesehatan Anak

BGN menilai hasil investigasi tersebut sangat serius karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak sebagai penerima manfaat Program MBG.

“Temuan nitrit dinilai sangat serius dan berpotensi berdampak luas pada keamanan pangan,” ucap Arie.

Ia menjelaskan, paparan nitrit berlebih dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Dalam dunia medis, istilah kondisi ini adalah methaemoglobinemia.

“Nitrit dapat memicu kondisi methaemoglobinemia, yakni kondisi ketika kemampuan hemoglobin dalam darah membawa oksigen ke seluruh tubuh menurun,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, tubuh dapat mengalami kekurangan oksigen sehingga memicu gejala fisik tertentu.

“Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas dan muncul sesak napas, karena sel-sel tubuh kekurangan oksigen,” pungkasnya.

Pemerintah Evaluasi Keamanan Bahan Baku MBG

Sebagai tindak lanjut, BGN kini menjadwalkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengevaluasi standar keamanan bahan baku sayuran dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga terus memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Langkah evaluasi ini untuk memastikan keamanan pangan dalam Program MBG tetap terjaga. Selain itu, menjamin keselamatan para siswa penerima manfaat di Kabupaten Cianjur.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Polsek Warungkondang dan Petani Berbuah Panen 6 Ton Jagung di Gekbrong

14 Juni 2026 - 20:11 WIB

Polsek Warungkondang

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas
Trending di Berita