CIANJUR TIMES, Cipanas – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan menggelar penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan wasting pada anak. Kegiatan yang menghadirkan dokter spesialis anak ini bertujuan membantu para orang tua mengenali gangguan gizi sejak dini agar tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik.
Penyuluhan kesehatan dalam gedung tersebut menghadirkan dokter spesialis anak konsultan neonatologi, dr. Andri Saputra, Sp.A., Subsp.Neo(K), sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan perbedaan antara stunting dan wasting yang masih menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan anak di Indonesia.
Menurut dr. Andri, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama sehingga tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya.
BACA JUGA : RSUD Cimacan Gandeng Ombudsman Cegah Pungli, Gratifikasi, dan Praktik Percaloan
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Sehingga anak memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya,” jelas dr. Andri Saputra, mengutip dari akun Instagram RSUD Cimacan, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, wasting merupakan kondisi gizi kurang atau gizi buruk dengan tanda gejala berupa berat badan anak yang rendah. Sementara tinggi badannya tidak sejalan, sehingga tubuh tampak sangat kurus.
“Wasting adalah kondisi gizi kurang atau gizi buruk. Tandanya berat badan rendah dibandingkan tinggi badan dan anak tampak sangat kurus,” lanjutnya.
dr. Andri mengatakan kedua kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
RSUD Cimacan : Orang Tua Pantau Perkembangan Anak
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memantau pertumbuhan anak secara berkala. Salah satu caranya melalui pengukuran tinggi dan berat badan di posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain pemantauan rutin, RSUD Cimacan juga mengimbau orang tua untuk memperhatikan kecukupan gizi anak. Termasuk asupan protein, vitamin, dan zat gizi lainnya sesuai usia. Pemberian makanan pendamping ASI yang seimbang menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan ini kami harapkan orang tua dan keluarga dapat lebih memahami pentingnya pemantauan pertumbuhan anak. Pemberian gizi seimbang, serta menjaga kesehatan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar dr. Andri.
Program penyuluhan kesehatan dalam gedung ini merupakan salah satu layanan edukasi yang rutin RSUD Cimacan lakukan. Kegiatan tersebut memanfaatkan ruang tunggu pelayanan sebagai sarana memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat sambil menunggu antrean pemeriksaan.
Manajemen RSUD Cimacan menyatakan edukasi kesehatan akan terus berjalan secara berkala. Hal ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan berbagai masalah kesehatan. Tidak terkecuali stunting dan wasting, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.***










