Menu

Mode Gelap
Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

Berita

Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar

badge-check


					Kantor Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, kabupaten Cianjur. (Foto : Dokumen Desa) Perbesar

Kantor Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, kabupaten Cianjur. (Foto : Dokumen Desa)

CIANJUR TIMES, Kadupandak – Desa Sukaraharja di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kini menjadi satu-satunya desa di Jawa Barat yang berstatus desa tertinggal berdasarkan penilaian Indeks Desa (ID) tahun 2025.

Kondisi infrastruktur yang rusak, akses jalan yang sulit dilalui, hingga dampak bencana alam disebut menjadi penyebab utama turunnya status desa tersebut dari sebelumnya desa berkembang menjadi desa tertinggal.

Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, mengatakan kerusakan akses jalan akibat longsor dan pergerakan tanah. Hal ini sangat memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk distribusi kebutuhan pokok.

BACA JUGA : Sejumlah Rumah di Kadupandak Terdampak Longsor dan Banjir

Akses Rusak, Harga Kebutuhan Melonjak

Menurut Budi, sulitnya akses transportasi membuat harga kebutuhan di wilayah tersebut menjadi jauh lebih mahal dari daerah lain.

Bahkan, harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat masyarakat bisa mencapai Rp40 ribu per tabung akibat tingginya biaya pengangkutan.

“Akses jalan menjadi kendala utama sehingga aktivitas masyarakat terhambat. Dampaknya harga kebutuhan juga sulit terkendali,” ujar Budi Rahman.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik seperti pusat kesehatan pembantu (Pustu), bangunan sekolah, hingga sarana mandi cuci kakus (MCK) juga berada dalam kondisi memprihatinkan.

Desa hasil pemekaran tahun 1996 tersebut dihuni sekitar 3.992 jiwa. Selama ini, masyarakatnya harus menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan rawan bencana.

Pemkab dan Pemprov Siapkan Penanganan di Desa Sukaraharja

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan akan memprioritaskan penanganan Desa Sukaraharja mulai tahun ini hingga 2027.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Kristanto, mengatakan bantuan infrastruktur akan Pemkab fokuskan untuk memperbaiki akses dasar masyarakat.

Menurutnya, karena status Desa Sukaraharja menjadi satu-satunya desa tertinggal di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan ikut memberikan bantuan stimulan.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut harus berdasarkan kajian teknis. Hal ini agar infrastruktur yang terbangun tidak kembali rusak akibat kondisi tanah yang labil.

“Untuk mengatasi ketertinggalan, yang paling utama adalah infrastruktur. Pembangunan harus berdasarkan kajian akademis sehingga jalan dan bangunan dibangun di lahan yang lebih stabil,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat

CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

8 Juni 2026 - 08:35 WIB

ccn

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur
Trending di Berita