Menu

Mode Gelap
Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara Hadirkan Ustad Evie Effendi, Tabligh Akbar Masjid Miftahussa’adah Cibeber  Dipadati Jamaah

Berita

Anggaran UHC Cianjur Rp293 Miliar Disorot, CGW Sebut 800 Ribu Warga Belum Tahu Terdaftar BPJS

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Program Universal Health Coverage (UHC) di Cianjur menuai sorotan setelah Cianjur Government Watch (CGW) menyebut sekitar 800 ribu warga yang preminya dibayarkan pemerintah daerah diduga belum mengetahui status kepesertaan mereka di BPJS Kesehatan. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk program ini pada 2026 mencapai Rp293.672.736.000.

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan anggaran tersebut untuk mengejar target 80 persen keanggotaan aktif BPJS Kesehatan. Secara hitungan, dana itu cukup membiayai premi ratusan ribu warga agar bisa mengakses layanan kesehatan.

BACA JUGA : Kritik Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Tak Punya Alur Jelas

Namun, Cianjur Government Watch menilai manfaat program belum sepenuhnya terasa di lapangan. Koordinator Advokasi CGW, Ilyas, mengatakan persoalan utama terletak pada minimnya sosialisasi kepada warga yang sudah Pemkab daftarkan.

“Persoalan mendasar menurut hemat kami, orang-orang yang didaftarkan itu tidak tahu dirinya didaftarkan. Otomatis mereka juga tidak tahu manfaat dan kegunaan dari program tersebut karena memang tidak ada pemberitahuan,” ujar Ilyas dalam siaran persnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, situasi ini berpotensi membuat anggaran ratusan miliar tidak berdampak maksimal. Warga yang tidak mengetahui status kepesertaan berisiko tidak menggunakan fasilitas kesehatan yang sebenarnya sudah pemerintah biayai.

“Kalau masyarakat tidak tahu dia terdaftar, program ini hanya berjalan secara administratif. Manfaatnya belum tentu benar-benar warga rasakan,” kata Ilyas.

CGW Tuntut Keterbukaan Terkait UHC

CGW juga merujuk Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 68 Tahun 2021 yang menyebut peserta berhak memperoleh identitas kepesertaan. Menurut Ilyas, banyak warga yang preminya masuk dalam tanggungan Pemkab justru belum mengetahui identitas tersebut.

Berdasarkan diskusi dengan BPJS Kesehatan Cabang Cianjur, CGW menilai perlu ada pembenahan teknis agar program UHC tidak berhenti pada pencapaian angka kepesertaan semata.

“Sampai saat ini BPJS Kesehatan dan Pemda Cianjur belum pernah memberitahu warga yang telah Pemda daftarkan tersebut. Kami berkesimpulan manfaat dari anggaran itu belum mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Cianjur,” tegas Ilyas.

CGW mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk membuka sumber data penerima manfaat, memperjelas alur informasi, serta memastikan masyarakat mengetahui hak layanan kesehatan yang pembiayaannya melalui program UHC.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan

8 Mei 2026 - 19:32 WIB

harga pertalite

Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos

8 Mei 2026 - 19:12 WIB

bansos

Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga

7 Mei 2026 - 08:53 WIB

desa Batulawang

Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora

7 Mei 2026 - 08:09 WIB

Hardiknas

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara

6 Mei 2026 - 08:19 WIB

kirab budaya
Trending di Berita