Menu

Mode Gelap
Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas Dukung Swasembada Pangan, Polsek Agrabinta Dampingi Panen 5 Ton Jagung Hibrida di Wanasari

Berita

Anggaran UHC Cianjur Rp293 Miliar Disorot, CGW Sebut 800 Ribu Warga Belum Tahu Terdaftar BPJS

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

CIANJUR TIMES, Cianjur – Program Universal Health Coverage (UHC) di Cianjur menuai sorotan setelah Cianjur Government Watch (CGW) menyebut sekitar 800 ribu warga yang preminya dibayarkan pemerintah daerah diduga belum mengetahui status kepesertaan mereka di BPJS Kesehatan. Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk program ini pada 2026 mencapai Rp293.672.736.000.

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalokasikan anggaran tersebut untuk mengejar target 80 persen keanggotaan aktif BPJS Kesehatan. Secara hitungan, dana itu cukup membiayai premi ratusan ribu warga agar bisa mengakses layanan kesehatan.

BACA JUGA : Kritik Anggaran Rp293 Miliar, Program UHC Cianjur Tak Punya Alur Jelas

Namun, Cianjur Government Watch menilai manfaat program belum sepenuhnya terasa di lapangan. Koordinator Advokasi CGW, Ilyas, mengatakan persoalan utama terletak pada minimnya sosialisasi kepada warga yang sudah Pemkab daftarkan.

“Persoalan mendasar menurut hemat kami, orang-orang yang didaftarkan itu tidak tahu dirinya didaftarkan. Otomatis mereka juga tidak tahu manfaat dan kegunaan dari program tersebut karena memang tidak ada pemberitahuan,” ujar Ilyas dalam siaran persnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, situasi ini berpotensi membuat anggaran ratusan miliar tidak berdampak maksimal. Warga yang tidak mengetahui status kepesertaan berisiko tidak menggunakan fasilitas kesehatan yang sebenarnya sudah pemerintah biayai.

“Kalau masyarakat tidak tahu dia terdaftar, program ini hanya berjalan secara administratif. Manfaatnya belum tentu benar-benar warga rasakan,” kata Ilyas.

CGW Tuntut Keterbukaan Terkait UHC

CGW juga merujuk Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 68 Tahun 2021 yang menyebut peserta berhak memperoleh identitas kepesertaan. Menurut Ilyas, banyak warga yang preminya masuk dalam tanggungan Pemkab justru belum mengetahui identitas tersebut.

Berdasarkan diskusi dengan BPJS Kesehatan Cabang Cianjur, CGW menilai perlu ada pembenahan teknis agar program UHC tidak berhenti pada pencapaian angka kepesertaan semata.

“Sampai saat ini BPJS Kesehatan dan Pemda Cianjur belum pernah memberitahu warga yang telah Pemda daftarkan tersebut. Kami berkesimpulan manfaat dari anggaran itu belum mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Cianjur,” tegas Ilyas.

CGW mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk membuka sumber data penerima manfaat, memperjelas alur informasi, serta memastikan masyarakat mengetahui hak layanan kesehatan yang pembiayaannya melalui program UHC.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo Cianjur Perketat Pengawasan Gratifikasi pada Pengadaan dan Kemitraan Media

19 Juni 2026 - 09:19 WIB

Diskominfo Cianjur

DPRD Cianjur Desak Evaluasi Seleksi Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

19 Juni 2026 - 08:16 WIB

sekola maung

Pedagang Segar Alam Puncak Minta DPRD Cianjur Fasilitasi Penataan Ulang Kios

19 Juni 2026 - 07:45 WIB

pedagang segar alam

Mahasiswa Cianjur Blokade Jalur Menuju Puncak, Soroti Program MBG hingga Kondisi Ekonomi

18 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Mahasiswa cianjur

Palace Park Cipanas Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Kreatif Gratis bagi UMKM dan Komunitas

18 Juni 2026 - 07:38 WIB

Palace Park
Trending di Berita