CIANJUR TIMES, Cianjur – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur meningkatkan kegiatan screening HIV/AIDS untuk memperluas deteksi dini di masyarakat.
Langkah ini dilakukan guna menjangkau kasus yang sebelumnya belum teridentifikasi, termasuk melalui pemeriksaan di berbagai kelompok masyarakat dan layanan kesehatan.
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, mengatakan peningkatan jumlah kasus yang tercatat saat ini tidak sepenuhnya menunjukkan lonjakan penularan.
BACA JUGA : Dinkes Cianjur Catat 804 Laporan Dugaan Campak
“Peningkatan angka penderita HIV/AIDS di Cianjur ditemukan setelah ditingkatkannya pemeriksaan bukan sepenuhnya mencerminkan lonjakan penularan, melainkan dampak dari masifnya kegiatan screening,” ujar Made, Kamis (9/4/2026).
Data Kasus Berfluktuasi
Berdasarkan data Dinkes, jumlah temuan kasus baru HIV/AIDS menunjukkan tren fluktuatif.
Pada 2023 tercatat 208 kasus baru, meningkat menjadi 293 kasus pada 2024, dan pada 2025 tercatat 217 kasus baru.
Secara akumulatif, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Cianjur mencapai 2.457 orang dalam kurun waktu 25 tahun terakhir.
Dinkes juga memperluas screening ke berbagai layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan pada ibu hamil.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan medis bagi pasien.
Dinkes : Edukasi dan Pencegahan
Selain screening, Dinkes Cianjur terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan HIV/AIDS.
Masyarakat diimbau untuk menghindari perilaku berisiko serta memanfaatkan layanan kesehatan untuk pemeriksaan secara berkala.
“Penyakit ini berkaitan dengan perilaku, ketika masyarakat menjaga diri sesuai norma dan kesehatan, maka risiko penularan dapat dihindari,” kata Made.
Dinkes memastikan pasien yang telah terdiagnosis tetap mendapatkan pengobatan dan pendampingan secara rutin.
Masyarakat juga didorong untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.***
















