CIANJUR TIMES, Cianjur – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meluncurkan Gerakan 10 Ribu MCK di Pondok Pesantren Nurul Huda Almusri, Kecamatan Ciranjang, serta melepas 357 Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal asal Cianjur dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026).
Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sanitasi di lingkungan pesantren sekaligus memperluas peluang kerja formal bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Cak Imin Resmikan Gerakan 10 Ribu MCK untuk Pesantren
Cak Imin mengawali kunjungannya dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Pondok Pesantren Nurul Huda Almusri, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang.
Menurutnya, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
“Pembangunan 10.000 MCK untuk pesantren merupakan bagian dari upaya menyiapkan SDM yang sehat dan produktif agar masyarakat memiliki kesempatan tumbuh mandiri secara ekonomi,” ujar Cak Imin.
Ia menilai pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi warga di sekitarnya.
“Pesantren bisa menjadi jalan cepat memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Lepas 357 PMI Sektor Formal
Usai menghadiri agenda di Ciranjang, Cak Imin melanjutkan kegiatan dengan memberikan pembekalan sekaligus melepas 357 PMI asal Kabupaten Cianjur yang akan bekerja di sektor formal di sejumlah negara tujuan, termasuk Jepang.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam mendorong penempatan tenaga kerja ke sektor industri formal dan strategis.
“Saatnya kita memperbanyak pekerja migran yang bekerja di sektor formal dan industri strategis agar memiliki perlindungan dan prospek yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Cak Imin, penempatan PMI di sektor formal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja. Sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke Indonesia.
Dukungan Program SMK Go Global
Cak Imin mengatakan pemerintah mendukung program SMK Go Global untuk meningkatkan kualitas calon pekerja migran. Peningkatan tersebut melalui pelatihan bahasa, fasilitasi penempatan kerja, dan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami berupaya memastikan calon pekerja yang berangkat benar-benar sudah memiliki kepastian lowongan kerja. Dan keterampilan yang dibutuhkan di negara tujuan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran keberangkatan kerja ke luar negeri. Apalagi yang melalui jalur ilegal atau perantara yang tidak resmi.
Kisah Calon PMI Asal Cianjur
Salah seorang calon PMI yang akan berangkat ke Jepang adalah Mutiara (20), lulusan SMK Negeri 1 Cianjur. Ia akan bekerja di sektor pertanian budidaya bunga di Prefektur Aichi dengan kontrak kerja selama tiga tahun.
Mutiara mengaku telah mempersiapkan diri melalui pelatihan bahasa dan keterampilan sebelum keberangkatan.
“Sekarang mencari pekerjaan cukup sulit, jadi saya memilih mencoba kesempatan kerja di Jepang. Selain itu saya juga tertarik dengan budaya Jepang,” ujarnya.
Kunjungan kerja Cak Imin ke Cianjur menegaskan fokus pemerintah pada penguatan kualitas sumber daya manusia. Khususnya melalui perbaikan sanitasi pesantren dan peningkatan akses pekerjaan formal bagi generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri.***










