CIANJUR TIMES, Ciranjang – Bantuan air bersih mulai disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Polres Cianjur dan PMI Kabupaten Cianjur menyalurkan puluhan ribu liter air bersih untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kemarau panjang.
Salah satu lokasi yang mulai menerima bantuan berada di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. Warga yang beberapa hari terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih tampak mengantre membawa ember, tandon, dan galon untuk mendapatkan pasokan dari satu unit truk tangki milik Polres Cianjur yang membawa 5.000 liter air bersih.
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat mengenai kekeringan yang masuk melalui layanan darurat kepolisian.
“Banyak laporan melalui layanan 110 terkait bencana kekeringan. Karena itu kami menyiapkan truk tangki dan mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan,” kata Alexander, Rabu (5/8/2026).
Selain Desa Kertajaya, bantuan serupa juga masuk ke Desa Bobojong, Kecamatan Mande. Total bantuan yang didistribusikan Polres Cianjur pada hari tersebut mencapai 10.000 liter air bersih untuk dua titik lokasi.
“Hari ini ada dua titik yang kami salurkan bantuan air bersih, dengan total 10 ribu liter,” ujarnya.
Menurut Alexander, bantuan tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Ia menyebut truk bantuan air bersih akan beroperasi secara bergiliran untuk melayani wilayah-wilayah terdampak di Kabupaten Cianjur.
“Silakan masyarakat yang membutuhkan air bersih melapor melalui layanan 110. Kami akan berupaya menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.
PMI Prioritaskan Penyaluran Air Wilayah Cibeber
Di sisi lain, PMI Kabupaten Cianjur juga menurunkan satu unit truk tangki untuk membantu warga terdampak kekeringan. Kecamatan Cibeber menjadi salah satu wilayah prioritas karena telah mengalami kekurangan air bersih selama beberapa pekan terakhir.
Ketua PMI Kabupaten Cianjur Ahmad Fikri mengatakan pihaknya telah menyalurkan sekitar 100 ribu liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak selama beberapa pekan terakhir.
“Sebagian besar bantuan disalurkan ke wilayah Cibeber karena hampir setiap desa di kecamatan tersebut mengalami dampak kekeringan,” ujarnya.
PMI juga melibatkan mahasiswa dalam proses distribusi bantuan air bersih, termasuk di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, melalui kolaborasi dengan mahasiswa UNPI Cianjur yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat.
Salah seorang mahasiswa UNPI, Ilham, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang sebelumnya terpaksa memanfaatkan air sungai untuk mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga.
“Bantuan air bersih ini sangat membantu warga sehingga tidak lagi mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Harapannya, penyaluran bantuan air bersih oleh Polres Cianjur dan PMI dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau berlangsung, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami penurunan debit sumur dan sumber air secara signifikan.***










