CIANJUR TIMES, Cianjur – Harga minyak goreng di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan terbatasnya pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita di pasaran.
Pantauan di Pasar Muka Cianjur menunjukkan stok Minyakita sulit ditemukan di sejumlah pedagang.
Kepala UPTD Pasar Muka Cianjur, Asep Hermawan, mengatakan dari hasil pengecekan terhadap lima pedagang besar, tidak ada yang memiliki stok Minyakita.
BACA JUGA : Harga Cabai di Cianjur Tembus Rp120 Ribu Jelang Lebaran 2026, Permintaan Meningkat Tajam
“Sekarang Minyak Kita agak susah didapat. Kalaupun ada, harganya sudah sekitar Rp22 ribu per liter, itu juga barangnya langka,” ujar Asep, Senin (6/4/2026).
Padahal, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita berada di kisaran Rp15.000 per liter.
Pedagang Kesulitan Pasokan
Pedagang sembako di Kabupaten Cianjur juga turut merasakan dampaknya. Ai (37), pedagang di Kecamatan Cianjur, mengaku sudah hampir dua bulan tidak mendapatkan pasokan dari agen.
“Para konsumen menanyakan Minyak Kita, namun karena dari agennya tidak ada, maka saya pun tidak menjualnya. Padahal adanya Minyak Kita membantu masyarakat karena harganya lebih terjangkau,” katanya.
Kenaikan Harga CPO Global jadi Pemicu
Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menjelaskan pengaruh kenaikan harga minyak goreng adalah lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.
Menurutnya, harga CPO saat ini berada di kisaran 4.811 ringgit per ton, atau meningkat sekitar 20 persen dari akhir Februari lalu.
“Pemicu kenaikan harga CPO belakangan ini lebih karena perang yang telah mendongkrak harga sejumlah komoditas. Lonjakan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak goreng curah di dalam negeri,” kata Gunawan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng curah di sejumlah wilayah telah mencapai Rp20.750 per kilogram.
Pemkab Siapkan Sidak Distribusi
Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur berencana melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan distribusi berjalan normal.
“Kalau kondisi ini terus berlangsung dan Minyak Kita tetap langka, kami akan turun langsung melakukan sidak. Untuk minyak goreng curah lainnya masih aman, hanya Minyak Kita saja yang saat ini mengalami kelangkaan,” ujar Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur Cianjur, Ivan Feriadi.
Pemerintah daerah menjadi harapan masyarakat untuk dapat memastikan pasokan kembali stabil agar harga minyak goreng di tingkat konsumen dapat terkendali.***




















