Menu

Mode Gelap
50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ Tukang Ojek di Cibeber Cianjur Diserang Saat Pulang, Alami Luka Serius dan Motor Hilang

Berita

Remaja 17 Tahun di Cianjur Buang Bayi, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

badge-check

Remaja 17 Tahun di Cianjur Buang Bayi, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis Perbesar

Cianjur Times – Penemuan bayi perempuan yang diduga baru lahir di Kampung Cipendil, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, pada Senin (23/3/2026) pagi, menggegerkan warga sekitar. Bayi tersebut warga temukan dalam kondisi hidup di belakang rumah warga.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak Kepolisian Resor (Polres) Cianjur. Meski mengandung unsur pidana, aparat memilih pendekatan persuasif dengan mempertimbangkan kondisi ibu dan bayi.

Berdasarkan informasi, warga menemukan bayi tersebut sekitar pukul 08.05 WIB, hanya beberapa meter dari dapur rumah warga. Dari hasil penyelidikan awal, bayi tersebut lahir sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang remaja berinisial NA (17) di kamar mandi rumahnya.

Diduga karena diliputi rasa takut dan malu, NA kemudian meninggalkan bayi tersebut di belakang rumah dalam keadaan masih hidup. Kepada petugas, NA mengaku bayi itu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan dengan mantan majikannya saat bekerja di wilayah Ciawi, Bogor.

Saat ini, ibu dan bayi tersebut masih menjalani perawatan di Puskesmas Sukanagara. Keduanya terpantau dalam kondisi yang masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi ibu dari bayi tersebut. Namun, kepolisian belum melakukan penahanan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

“Kepentingan bayi adalah yang paling utama. Saat ini, kami biarkan ibu dan bayinya menjadi satu dulu untuk proses perawatan dan ikatan batin,” ujar AKBP Alexander Yurikho, Selasa (24/3/2026).

Ia menegaskan bahwa dalam penanganan kasus seperti ini, pendekatan hukum tidak selalu menjadi langkah pertama.

“Penegakan Hukum adalah Jalan Terakhir (Ultimum Remedium),” tegasnya.

Polisi juga akan menelusuri lebih lanjut identitas pria yang NA sebut dalam keterangannya. Namun, hingga kini informasi terkait yang bersangkutan masih terbatas.

“Kami akan melihat perkembangan situasi. Yang jelas, hak kesehatan dan keselamatan bayi tidak boleh dikorbankan,” tutup Kapolres.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

50 Paskibraka Cianjur Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera Merah Putih

16 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Paskibraka cianjur

Hari ke-10, Kebakaran Gunung Gede Padam, Petugas Masih Temukan 7 Titik Asap

15 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Kebakaran Gunung

Hari Pramuka, Jabar Inspiratif Dorong Generasi Muda Cianjur Perkuat Karakter dan Kepemimpinan

15 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Apel Kebangsaan di Cianjur, Kapolres Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

14 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Apel Kebangsaan

MENDADAK DJ, Musisi Elektronik Asal Cianjur yang Ingin Mengubah Stigma Profesi DJ

14 Agustus 2026 - 19:59 WIB

mendadak dj
Trending di Berita