Menu

Mode Gelap
Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026 Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi Kepulangan Jemaah Haji Cianjur Kloter 73 Dijadwalkan 27 Juni, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat Sehari Setelah Dicopot Presiden Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hendayana Ditahan Kejagung

Berita

Eks Kadishub Terbukti Bersalah, Hakim Jatuhkan Vonis Korupsi PJU Cianjur 3,6 Tahun Penjara

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Cianjur Times – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan hukuman penjara kepada dua terdakwa kasus dugaan penyelewengan dana Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Cianjur. Dalam sidang putusan tersebut, eks Kepala Dinas Perhubungan Cianjur berinisial DG dan terdakwa AM menerima vonis korupsi PJU Cianjur selama 3 tahun 6 bulan penjara.

Putusan yang keluar pada Kamis (26/2/2026) tersebut menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah dalam proyek PJU tahun anggaran 2023. Namun, satu terdakwa lainnya berinisial MIH belum bisa menjalani sidang vonis karena alasan kesehatan yang memburuk.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur, Angga Insana Husri, mengonfirmasi bahwa kedua terdakwa divonis bersalah atas kerugian negara yang mencapai sekitar Rp 8 miliar. Meskipun Hakim menyatakan mereka bersalah, hukuman tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan awal jaksa.

Kejaksaan Negeri Cianjur Ajukan Banding

Pihak Kejaksaan Negeri Cianjur menyatakan ketidakpuasannya terhadap putusan hakim. Hal ini lantaran hukuman 3,6 tahun tersebut berada di bawah setengah dari tuntutan jaksa, yakni 8 tahun penjara untuk DG dan 7 tahun untuk AM.

Ketidaksesuaian durasi hukuman ini memicu langkah hukum lanjutan dari pihak kejaksaan. Angga menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun memo banding untuk merespons hasil vonis korupsi PJU Cianjur yang ia nilai terlalu rendah.

“Putusannya di bawah 50 persen dari tuntutan. Makanya kami akan banding. Segera kami akan diskusikan dengan tim, tapi bukan akan banding atau tidak, melainkan terkait dipercepat atau tidak memo bandingnya. Yang jelas kami akan banding,” tegas Angga pada Kamis (26/2).

Tanggapan Kuasa Hukum Terdakwa

Di sisi lain, tim kuasa hukum terdakwa memiliki pandangan berbeda terkait keterlibatan klien mereka. Oden Muharam selaku perwakilan hukum menjelaskan bahwa vonis DG muncul karena pelanggaran administrasi. Ia mengatakan DG tidak terbukti menerima aliran dana dari proyek tersebut.

Kondisi berbeda terjadi pada terdakwa AM yang selain mendapatkan vonis penjara, juga wajib membayar denda serta mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 8 miliar. Pihak kuasa hukum mengaku masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait putusan majelis hakim ini.

“Untuk DG tidak terbukti adanya aliran dana, masalahnya pelanggaran administrasi. Keduanya divonis 3 tahun 6 bulan, tapi untuk pak AM ada denda dan pengembalian uangnya,” jelas Oden. Pihaknya menyatakan masih akan berdiskusi dan “pikir-pikir” terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gempa Cianjur, KA Siliwangi Sempat Berhenti untuk Pemeriksaan Jalur

6 Juni 2026 - 21:51 WIB

KA Siliwangi

Gempa Cianjur Hari Ini: Magnitudo 3,4 Guncang Sejumlah Wilayah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

6 Juni 2026 - 21:23 WIB

gempa cianjur hari ini

Investasi Kabupaten Cianjur Tembus Rp607 Miliar pada Triwulan Pertama 2026

6 Juni 2026 - 20:40 WIB

dpmptsp cianjur

Ratusan Dapur MBG Cianjur Belum Lengkapi Dokumen Lingkungan dan Sanitasi

6 Juni 2026 - 20:10 WIB

dapur MBG Cianjur

Kepulangan Jemaah Haji Cianjur Kloter 73 Dijadwalkan 27 Juni, Seluruh Jemaah Dilaporkan Sehat

5 Juni 2026 - 19:24 WIB

kepulangan jemaah haji cianjur
Trending di Berita