Menu

Mode Gelap
Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara Hadirkan Ustad Evie Effendi, Tabligh Akbar Masjid Miftahussa’adah Cibeber  Dipadati Jamaah

Berita

Diterjang Luapan Kali Cibuni, Jembatan Putus di Pagermaneuh Lumpuhkan Akses Warga

badge-check


					Jembatan Putus total di Pagermaneuh, Cianjur, usai diterjang luapan Kali Cibuni. Akses tiga desa terputus. (foto : cianjurtimes.om/Ario) Perbesar

Jembatan Putus total di Pagermaneuh, Cianjur, usai diterjang luapan Kali Cibuni. Akses tiga desa terputus. (foto : cianjurtimes.om/Ario)

CIANJUR TIMES – Hujan deras memicu bencana serius di Cianjur Selatan. Sebuah jembatan putus yang melintasi Kali Cibuni di Kampung Pagermaneuh, Desa Pagermaneuh, Kecamatan Tanggeung, ambruk pada Selasa (11/11/2025) pagi. Bencana ini memutuskan akses vital yang selama ini menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tanggeung dan bahkan akses menuju Kecamatan Kadupandak.

Relawan Tanggap Bencana (Retana) Desa Pagermaneuh, Jamal Mirdad, membenarkan kejadian ini. Jembatan runtuh sekitar pukul 09.30 WIB setelah air Kali Cibuni meluap terlalu besar dan menerjang fondasi jembatan tanpa henti.

“Air meluap sangat besar sejak pagi. Jembatan akhirnya putus. Ini menjadi masalah besar karena jembatan tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan Desa Karang Tengah, Desa Rawa Gede, dan juga akses ke Kecamatan Kadupandak,” ujar Jamal Mirdad dalam laporannya, Selasa sore.

Jamal menjelaskan, luapan air sungai yang ekstrem tersebut merupakan penyebab utama putusnya jembatan di Kampung Pagermaneuh RT 02/RW 01 tersebut. Pihak desa menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.30 WIB dan segera mengambil langkah penanganan darurat.

Dampak Fatal, Jembatan Putus Mengisolasi Tiga Wilayah

Insiden jembatan putus ini berdampak pada terputusnya total mobilitas warga di tiga wilayah yang bergantung pada akses tersebut. Ribuan penduduk di Desa Karang Tengah dan Desa Rawa Gede kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, sekolah, dan mengakses layanan kesehatan.

“Secara materiil, kerugian besar dialami masyarakat karena terganggunya jalur perekonomian. Kami bersyukur bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.

Meskipun saat ini dampak materiil berupa kerugian finansial akibat terhambatnya distribusi belum terhitung, dipastikan kondisi ini akan mengganggu rantai pasok logistik di wilayah tersebut.

Pemerintah Desa dan Retana Ambil Langkah Cepat

Menyikapi laporan segera mengenai bencana ini, Pihak Retana bersama aparat Desa Pagermaneuh segera mengambil langkah-langkah darurat. Mereka langsung berkoordinasi dengan warga setempat, Retana, dan perangkat desa untuk melakukan penanganan awal. Tim segera mengamankan lokasi jembatan putus guna mencegah warga atau kendaraan mencoba melintas dan menghindari kecelakaan susulan. Selanjutnya, pihak desa dan Retana melaporkan kejadian ini kepada atasan, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Laporan ini bertujuan agar BPBD segera menerjunkan tim untuk melakukan kajian cepat dan merencanakan pembangunan kembali jembatan yang berfungsi vital sebagai akses utama perekonomian lokal.

Pihaknya berharap pemerintah daerah segera merespons cepat kebutuhan jembatan permanen di atas Kali Cibuni. Jangka waktu penanganan darurat akan menentukan seberapa parah gangguan ekonomi yang harus warga hadapi. Pihak Desa Pagermaneuh dan Retana kini terus memonitor kondisi Kali Cibuni dan mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk selalu siaga, mengingat intensitas hujan di wilayah Cianjur Selatan masih tinggi. Warga harus menghindari aktivitas di sekitar sungai guna mengantisipasi luapan air susulan yang berbahaya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pertalite Rp16.088 Viral, Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Ditahan

8 Mei 2026 - 19:32 WIB

harga pertalite

Kemensos Percepat Bansos Mei 2026, 475.821 KPM Baru Bisa Cek Nama di Aplikasi Cek Bansos

8 Mei 2026 - 19:12 WIB

bansos

Banjir Dua Kali Rendam Desa Batulawang Cipanas, PMI Cianjur Salurkan Bantuan untuk Warga

7 Mei 2026 - 08:53 WIB

desa Batulawang

Momentum Hardiknas, Aliansi BEM Cianjur dan BEM Nusantara Bahas Pendidikan dan IPM Bersama Disdikpora

7 Mei 2026 - 08:09 WIB

Hardiknas

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Digelar Hari Ini, Sejumlah Jalan Protokol di Cianjur Ditutup Sementara

6 Mei 2026 - 08:19 WIB

kirab budaya
Trending di Berita