Menu

Mode Gelap
19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026 Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP 1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK Musim Hujan, Sungai Cikundul Cianjur Dipenuhi Sampah Kiriman hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita

Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta

badge-check


					Petani Cianjur Kaget Tiba-Tiba Punya Tunggakan Puluhan Juta Perbesar

CIANJUR TIMES – Sejumlah petani di Kabupaten Cianjur mendadak dikejutkan dengan adanya tagihan pinjaman bank bernilai puluhan juta rupiah. Mereka merasa tidak pernah mengajukan pinjaman tersebut, namun nama mereka tercatat dalam sistem BI Checking.

Inong (59), petani asal Kampung Pasirkuda, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, mengalami hal serupa. Ia baru mengetahui ada pinjaman senilai Rp45 juta atas namanya saat hendak mengajukan pinjaman ke bank pelat merah.

“Saya terkejut, ternyata nama saya masuk daftar BI Checking. Padahal, saya belum pernah merasa mengajukan pinjaman sebesar itu,” ujar Inong, Selasa (15/4/2025).

Setelah berdiskusi dengan suaminya dan pihak bank, muncul indikasi bahwa pinjaman itu berasal dari program bantuan permodalan pertanian pada tahun 2023 dari sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut sempat menawarkan bantuan kepada Inong. Ia lalu menyerahkan fotokopi KTP dan KK, namun tidak pernah menerima dana bantuan seperti yang perusahaan janjikan.

“Saat itu perusahaan minta dokumen, tapi tidak ada kejelasan. Tiba-tiba sekarang ada tunggakan atas nama saya,” jelasnya.

Kasus Pinjaman ‘Siluman” Juga Menimpa Petani Lainnya

Tidak hanya Inong, setidaknya ada 11 petani lain di wilayahnya yang mengalami kejadian serupa. Mereka semuanya menyerahkan dokumen pada waktu yang sama dan kini menghadapi masalah BI Checking karena pinjaman yang tidak mereka nikmati.

Seorang mantan pegawai dari perusahaan permodalan tersebut membenarkan bahwa masalah serupa juga terjadi di berbagai kecamatan lain di Cianjur. Ia mengungkapkan bahwa setiap petani seharusnya menerima total pinjaman sebesar Rp45 juta secara bertahap. Namun kenyataannya, banyak yang hanya menerima tahap awal sebesar Rp5 juta, lalu tahap selanjutnya tidak pernah ada pencairan.

“Banyak petani yang sudah melunasi tahap pertama, tapi tahap kedua tidak kunjung cair. Akhirnya mereka tetap tercatat punya tunggakan penuh senilai Rp45 juta,” ungkapnya.

Ia juga menyebut, masalah ini bisa meluas karena dalam sebulan ada ratusan petani yang mendaftar di bawah timnya. Jika melihat hitungan total, bisa mencapai ribuan petani di Cianjur dan daerah lain di Jawa Barat.

“Kalau semuanya dicek ke bank, bisa jadi ribuan orang tercatat punya tunggakan fiktif. Perusahaan induknya sendiri ada di Jakarta, dengan cabang di berbagai daerah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto menyatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari para korban.

“Kalau ada laporan masuk, kami akan langsung lakukan penyelidikan,” ujarnya singkat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya

13 Mei 2026 - 17:57 WIB

keracunan makanan

Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar

12 Mei 2026 - 19:55 WIB

desa sukaraharja

Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026

12 Mei 2026 - 11:44 WIB

perumdam tirta mukti cianjur

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP

12 Mei 2026 - 09:16 WIB

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur

1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK

12 Mei 2026 - 08:57 WIB

guru honorere cianjur
Trending di Berita