Menu

Mode Gelap
Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026 Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam Kemarau Panjang Paksa Petani Cianjur Rogoh Rp100 Ribu per Lima Jam untuk Sedot Air Kolaborasi Digimom dan Battuta Kids Gelar Digiloka Kids Festival, Edukasi Anak Hadapi Era Digital

Berita

DPMD Cianjur Proyeksikan BUMDes Terlibat Program Makan Bergizi Gratis

badge-check


					DPMD Cianjur Proyeksikan BUMDes Terlibat Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

CIANJUR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berpeluang bisa mengambil bagian pada penyediaan bahan pangan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Harapannya, BUMDes bisa berdaya, sehingga mengangkat perekonomian di desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, mengatakan berkaitan dengan peran BUMDes pada program MBG sudah mulai dibahas. Bahkan, Kementerian Desa menginginkan BUMDes bisa ambil bagian.
“Sudah ada arahan dari pusat. Kami juga merapatkan bagaimana peran BUMDes dalam penyediaan bahan baku untuk program makan bergizi gratis,” lanjutnya, Kamis (15/11).

Secara teori, kata dia, memang terlihat mudah memerankan BUMDes pada program tersebut. Tapi pada praktiknya butuh konsep yang memang harus matang.

“Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Persyaratan BUMDes pun, selain punya potensi untuk penyediaan sembako, juga harus diikuti legalitasnya. Ini berkaitan dengan proses barang dan jasa yang ada di BUMDes,” tuturnya.

Di Kabupaten Cianjur, tambahnya, saat ini sedang disiapkan BUMDes-BUMDes yang cukup potensial menyediakan produksi, terutama pada sektor pertanian. Potensi tersebut disesuaikan dengan wilayah.

“Misalnya untuk pengadaan sayuran, BUMDes yang ada di wilayah utara cukup potensial. Seperti di Cipanas, Cimacan, di Sukanagara juga. Kemudian untuk daerah yang punya potensi penyediaan beras ada di Ciranjang, Bojongpicung, ataupun Cikalongkulon,” ungkapnya.

Secara teknis, kata Iwan, butuh pemetaan lebih detail. Sebab, potensi-potensi itu harus disinkronkan dengan kebutuhan.

“Misalnya di Kecamatan Cikalongkulon, kebutuhan MBG itu volumenya berapa?. Nah, kita sinkronkan dengan BUMDes yang harus menyiapkan sesuai kebutuhannya. Nanti, BUMDes berkoordinasi dengan dinas teknis untuk memproyeksikan volume kebutuhan itu bisa terpenuhi dengan sekali panen, dua kali panen, atau berapa kali panen,” imbuh dia.

Di Kabupaten Cianjur terdapat 354 BUMDes atau setiap desa sudah memilikinya 1 unit. Dari jumlah itu, yang dinyatakan sehat hanya sekitar 120 BUMDes. “Sisanya masih dalam proses berkembang,” pungkas Iwan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ojol dan Satlantas Polres Cianjur Gagalkan Pelarian Honda Brio Diduga Hasil Penggelapan

21 Juli 2026 - 06:24 WIB

Satlantas Polres

Harga BBM Pertamina dan Swasta Kompak Turun, Berikut Daftar Lengkap per 20 Juli 2026

20 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harga BBM Pertamina

Lima Truk Tangki Air Bersih Siap Layani 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur

20 Juli 2026 - 20:54 WIB

kekeringan di cianjur

Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Cibeber, Dua Siswa SMP Diamankan, Satu Bawa Sajam

20 Juli 2026 - 19:25 WIB

tawuran pelajar

Kemarau Panjang Paksa Petani Cianjur Rogoh Rp100 Ribu per Lima Jam untuk Sedot Air

20 Juli 2026 - 10:33 WIB

kemarau panjang
Trending di Berita