CIANJUR TIMES, Cianjur – Kekeringan mulai melanda 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur pada musim kemarau tahun ini. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Polres Cianjur, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Perumdam Tirta Mukti menyiagakan lima unit truk tangki yang akan didistribusikan ke wilayah terdampak.
Salah satu wilayah yang mengalami kekeringan berada di Desa Cibaregbeg, Kabupaten Cianjur. Warga setempat mengaku kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur-sumur rumah tangga mengering akibat kemarau yang berlangsung sejak Juni.
Subuh (45), warga Desa Cibaregbeg, mengatakan masyarakat kini mengandalkan sumur bor komunal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap hari warga mengantre membawa jeriken untuk mengambil air.
“Daerah sini memang sering kekeringan setiap kemarau. Sumur biasa sudah tidak ada air. Jadi warga dari pagi antre di keran sumur bor untuk kebutuhan masak ataupun mandi,” ujar Subuh, Senin (20/7/2026).
Ia menambahkan, debit air di sungai sekitar permukiman juga terus menurun selama musim kemarau.
“Jadi tidak hanya sumur, sungai juga kering,” katanya.
Polres Siapkan Tangki Air dan Layanan 110
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai 14 kecamatan yang terdampak kekeringan.
Sebagai langkah tanggap darurat, Polres Cianjur menyiapkan satu unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami sudah siapkan satu unit mobil tangki. Mulai beroperasi pekan ini untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan,” ujar Alexander.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan darurat 110.
“Silakan lapor kepada petugas atau hubungi 110. Kami siapkan petugas selama 24 jam untuk melayani warga Cianjur yang mengalami bencana kekeringan,” katanya.
PMI dan Perumdam Perkuat Distribusi Air Bersih
Ketua PMI Kabupaten Cianjur Ahmad Fikri mengatakan pihaknya juga menyiapkan satu unit mobil tangki untuk membantu distribusi air bersih, terutama di wilayah selatan Cianjur.
“Betul, kami juga sudah siapkan tangki. Bahkan beberapa hari lalu sudah mendistribusikan air ke Kecamatan Cibinong,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur Syamsul Hadi mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki setelah menerima sejumlah permohonan bantuan dari daerah terdampak kekeringan.
“Sudah ada beberapa permohonan dari wilayah yang terdampak. Kami segera distribusikan air bersih dengan tiga tangki yang kami punya,” kata Syamsul.
Selain menyalurkan bantuan, Perumdam juga terus memantau ketersediaan air baku, terutama pada instalasi yang memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber utama.
“Kami memiliki sumber air dari mata air dan pengolahan air sungai. Untuk yang bersumber dari sungai, debitnya mulai menyusut selama musim kemarau. Karena itu kami akan mengoptimalkan distribusi air bersih kepada pelanggan,” jelasnya.
BPBD Koordinasikan Distribusi ke Wilayah Terdampak
BPBD Kabupaten Cianjur mengoordinasikan penyaluran bantuan agar distribusi air bersih dari setiap instansi tidak saling tumpang tindih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi mengatakan lima unit mobil tangki dari Polres Cianjur, PMI, dan Perumdam akan melayani kebutuhan air bersih di 14 kecamatan yang mengalami kekeringan.
“Dari tiga instansi tersebut total ada lima unit mobil tangki yang akan mendistribusikan air bersih ke 14 kecamatan terdampak kekeringan. Diharapkan pasokan air bersih untuk warga tetap terpenuhi selama kemarau,” pungkas Iwan.***










