CIANJUR TIMES, Cipanas – Ratusan anak bersama orang tua memadati Palace Hotel Cipanas, Kabupaten Cianjur, Minggu (19/7/2026), untuk mengikuti Digiloka Kids Festival. Kegiatan hasil kolaborasi komunitas Digimom dan Battuta Kids itu menghadirkan beragam aktivitas edukatif guna mendorong keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dengan aktivitas fisik anak sekaligus menyambut Hari Anak Nasional 2026.
Ketua Digimom Cianjur, Lia Najib, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi anak dan orang tua mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi digital dengan aktivitas motorik.
Panitia menggandeng berbagai komunitas lokal untuk menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif melalui permainan, edukasi, dan aktivitas kreatif.
“Kami ingin mengajak dan mengedukasi anak-anak bahwa kegiatan di era digital memang penting, tetapi aktivitas fisik dan motorik kasar juga sama pentingnya,” ujar Lia Najib.
Sekitar 200 anak mengikuti Digiloka Kids Festival dengan didampingi orang tua masing-masing. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Founder Battuta Kids, Rizka Irnawati, menjelaskan festival tahun ini mengusung tiga konsep utama, yakni panggung hiburan, kelas kreatif, dan eksplorasi booth komunitas.
“Kami menghadirkan tiga elemen tersebut karena ingin merayakan Hari Anak Nasional dengan melibatkan banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak,” kata Rizka.

Beragam Aktivitas Edukatif di Digiloka Kids Festival
Booth komunitas menjadi salah satu area yang paling banyak dikunjungi peserta. Berbagai komunitas seperti Kampung Influencer, Serasi Community Hub, Face Painting. Selain itu ada pula Push Bike, The Elevator, Battuta Kids, hingga Cianjur Naturalis menghadirkan aktivitas edukatif sesuai bidang masing-masing.
Anak-anak mengikuti berbagai permainan edukasi, board game, hingga kegiatan eksplorasi alam yang dirancang untuk mengasah kreativitas dan kemampuan bersosialisasi.
“Masing-masing komunitas memberikan edukasi sesuai dengan bidang yang mereka tekuni,” tutur Rizka.
Selain itu, panitia juga menggelar sejumlah kelas kreatif di dalam ruangan. Peserta memperoleh pengalaman belajar mengenai dasar-dasar coding, pembuatan konten video, hingga pemanfaatan barang bekas melalui kegiatan daur ulang.
Tidak hanya anak-anak, orang tua juga memperoleh edukasi melalui sesi talkshow bersama praktisi kesehatan, dr. Eva, yang membahas pola pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital.

Orang Tua Sambut Positif
Salah seorang orang tua peserta, Rahma (42), mengaku antusias mendampingi anaknya mengikuti Digiloka Kids Festival. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana belajar bagi keluarga.
“Anak saya tampil menari di panggung hiburan. Selain itu, dia juga sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan di sini. Terutama di booth komunitas yang menurutnya sangat menarik,” ujar Rahma.
Ia menilai kegiatan seperti Digiloka Kids Festival mampu membantu mengembangkan minat dan bakat anak. Khususnya melalui aktivitas yang edukatif sekaligus memberikan wawasan baru bagi orang tua mengenai pola pengasuhan di era digital.
Kolaborasi Perdana Digimom dan Battuta Kids
Digiloka Kids Festival menjadi kolaborasi perdana antara Digimom dan Battuta Kids dalam memperingati Hari Anak Nasional. Pada tahun-tahun sebelumnya, kedua komunitas tersebut menyelenggarakan kegiatan secara terpisah.
“Tahun ini Battuta Kids ingin kembali mengadakan festival Hari Anak. Kebetulan Digimom juga memiliki rencana yang sama, sehingga kami sepakat berkolaborasi,” jelas Rizka.
Digimom selama ini berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan, khususnya para ibu, melalui pelatihan literasi digital dan digital marketing agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Fokus kami adalah membantu para ibu meningkatkan kemampuan di era digital sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Lia.
Sementara itu, Battuta Kids mengembangkan berbagai media belajar berbasis permainan edukatif untuk anak usia dini, termasuk board game dan kelas bermain yang melibatkan interaksi antara anak dan orang tua.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, panitia berharap Digiloka Kids Festival dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Cianjur. Harapannya, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas. Selain itu, menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi tantangan era digital.***










