Menu

Mode Gelap
19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026 Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP 1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK Musim Hujan, Sungai Cikundul Cianjur Dipenuhi Sampah Kiriman hingga Timbulkan Bau Menyengat

Berita

Kasus Kekerasan terhadap Anak Tinggi, DPPKBP3A Luncurkan Susan Peka

badge-check


					Kasus Kekerasan terhadap Anak Tinggi, DPPKBP3A Luncurkan Susan Peka Perbesar

CIANJURTIMES, Cianjur – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Cianjur, meluncurkan program Sistem Urusan Pelaporan Kekerasan terhadap Anak (Susan Peka) dan mencanangkan sekolah ramah anak.

Kepala DPPKBP3A Cianjur, Amad Mutawali mengatakan, peluncuran program tersebut karena kasus kekerasan terhadap anak di Cianjur masih sangat tinggi.

“Selama 2023, jumlah kekerasan terhadap anak terdata sekitar 62 kasus dan angka tersebut tergolong tinggi. Maka dari itu kami luncurkan program ini,“ ujarnya (29/4/2024).

Ia memaparkan, jenis kekerasan yang banyak anak-anak alami di antaranya korban perundungan (bullying), seksual, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). DPPKBP3A Cianjur berupaya mengadvokasi kasus tersebut sebagai bentuk penyelesaian. “Ada yang selesai dengan cara kekeluargaan, ada juga melalui jalur hukum,” imbuhnya.

Namun, sambung dia, kasus kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es karena tak semua korban kekerasan mau melaporkan karena mereka menganggap hal tersebut sebagai aib atau tabu.

“Aplikasi Susan Peka ini untuk mengatasi semua permasalahan itu, sekaligus juga kami mencanangkan sekolah ramah anak serta pelantikan pengurus Forum Anak Daerah periode 2024-2026,” jelasnya.

Terkait aplikasi Susan Peka, Mutawali menyebutkan, pada prinsipnya untuk mendorong kesadaran pelaporan dari masyarakat seandainya terjadi kasus kekerasan. Dengan adanya aplikasi itu maka memudahkan penanganan dan pelayanan yang bisa diakses masyarakat.

“Peran Forum Anak Daerah kita optimalkan juga. Perannya sangat penting karena Forum Anak Daerah itu bisa jadi pelopor juga pelapor. Pelopor karena mereka bisa jadi contoh, sedangkan pelapor mereka yang melaporkan kasus kekerasan,” terangnya.

Mutawali menambahkan, peran sekolah ramah anak juga terus dioptimalkan untuk membangun kolaborasi, sehingga bisa meminimalkan angka kekerasan. DPPKBP3A berupaya memaksimalkan penyelesaian dan pencegahan.

“Semua pihak harus terlibat menyelesaikan dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

19 Siswa SD di Pagelaran Alami Gejala Keracunan, Polisi Selidiki Penyebabnya

13 Mei 2026 - 17:57 WIB

keracunan makanan

Akses Rusak dan Harga Elpiji Rp40 Ribu, Desa di Cianjur Ini Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jabar

12 Mei 2026 - 19:55 WIB

desa sukaraharja

Perumdam Cianjur Beri Diskon Bayar Tagihan Air di Tokopedia Selama Mei 2026

12 Mei 2026 - 11:44 WIB

perumdam tirta mukti cianjur

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur Tanam 60 Pohon Endemik di Kawasan TNGGP

12 Mei 2026 - 09:16 WIB

Jabar Bergerak Zillenial Cianjur

1.500 Guru Honorer Cianjur Masih Menunggu Kepastian Status PPPK

12 Mei 2026 - 08:57 WIB

guru honorere cianjur
Trending di Berita