Menu

Mode Gelap
Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik CCN Gelar Nobar Film Nasional di Cipanas, Libatkan 190 Anak Penyandang Disabilitas

Berita

Status Tanggap Darurat Bencana Cianjur Diperpanjang

badge-check


					Status Tanggap Darurat Bencana Cianjur Diperpanjang Perbesar

Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) banjir, longsor, dan pergerakan tanah atau tanah amblas. Pasalnya dampak bencana terus meluas hingga 18 kecamatan.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Wijaya, mengatakan awalnya tanggap darurat akan berakhir di pekan ini, tepatnya di sekitar tanggal 11 Desember. Namun karena bencana terus terjadi dan meluas, Pemkab memperpanjang masa TDB.

“Iya karena hampir setiap hari hujan deras dan terjadi bencana susulan, sehingga TDB kita perpanjang hingga tanggal 18 Desember 2024,” kata dia, Senin (9/12/2024).

Baca Juga : Longsor di Sindangbarang Tewaskan Sepasang Ibu dan Anak

Menurut dia, saat ini tercatat ada 18 kecamatan yang terdampak bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah.

“Sebelumnya 15 kecamatan, ternyata bertambah sekarang tercatat ada 18 kecamatan yang terdampak. Dan kemungkinan bisa bertambah, karena kondisinya masih terjadi hujan deras,” kata dia.

Dia menuturkan saat perpanjangan status tanggap darurat ini, berdasarkan data yang masuk, tercatat ada 625 rumah rusak, 544 rumah terendam, dan 280 rumah terancam.

Selain itu, sebanyak 800 warga mengungsi akibat rumah terdampak pasalnya rumah yang ditempati rusak serta terancam.

“Untuk yang mengungsi awalnya ada 1.000 lebih karena dampak banjir. Tapi pasca air surut, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing, sekarang yang mengungsi tinggal 800 orang,” kata dia.

Asep menambahkan pihaknya tetap mengimbau warga untuk tetap siaga saat terjadi hujan deras. “Kami imbau tetap siaga dan waspada, apalagi saat hujan deras,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polsek Mande Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Jamali Panen Jagung Hibrida

12 Juni 2026 - 13:09 WIB

Polsek mande

Kebun Raya Cibodas Tetapkan Tarif Baru, Pengelola Pastikan Sesuai Aturan PNBP BRIN

11 Juni 2026 - 15:19 WIB

Tarif Kebun raya Cibodas

Polsek Cugenang Intensif Kawal Program Ketahanan Pangan melalui Budidaya Jagung Hibrida

11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ketahanan Pangan

SMKN 1 Cipanas Jadi Sekolah Percontohan Nasional Pendidikan Vokasi Pariwisata

9 Juni 2026 - 09:45 WIB

smkn 1 cipanas

Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat Dibuka, Kemensos Sediakan 8.180 Formasi Guru dan Tendik

8 Juni 2026 - 09:04 WIB

PPPK Sekolah Rakyat
Trending di Berita