Kolaborasi Kementerian, ILO, dan PHRI Dorong Penguatan SDM Pariwisata
CIANJUR TIMES, Cipanas – SMKN 1 Cipanas, Kabupaten Cianjur, ditunjuk sebagai sekolah percontohan nasional (pilot implementation) dalam program pengembangan pendidikan vokasi pariwisata yang melibatkan Kementerian RI, International Labour Organization (ILO), serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan perhotelan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Nantinya, hasil pelaksanaan program di SMKN 1 Cipanas akan menjadi salah satu model yang dapat sekolah-sekolah pariwisata lain di Indonesia terapkan.
Kepala SMKN 1 Cipanas, Kankan Sukanda, menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena SMKN 1 Cipanas menjadi sekolah percontohan dalam pelaksanaan program ini. Kesempatan ini sangat luar biasa dan akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pariwisata,” ujar Kankan.
Pembukaan acara secara resmi pada Senin, 8 Juni 2026, dan turut hadir sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, pariwisata, industri, serta pemerintah daerah.
Bupati Cianjur, Wahyu Ferdian, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program nasional di Kabupaten Cianjur.
“Besar harapan kami sektor pariwisata di Kabupaten Cianjur semakin berkembang dan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Keindahan alam serta potensi wisata yang dimiliki Cianjur harus dapat dinikmati oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Wahyu.
Libatkan Alumni dan Guru SMKN 1 Cipanas
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut melibatkan 25 alumni Jurusan Perhotelan dan Pariwisata SMKN 1 Cipanas sebagai peserta utama. Selain itu, tujuh guru produktif serta unsur manajemen sekolah juga turut mengikuti kegiatan.
Melalui keterlibatan alumni, tenaga pendidik, dan pengelola sekolah, program ini kedepannya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri pariwisata.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan pada sejumlah bidang penting, mulai dari keberlanjutan industri perhotelan, operasional hotel berbasis digital. Selain itu, juga kemampuan multitasking, kewirausahaan, hingga komunikasi bahasa Inggris untuk industri perhotelan.
Hasil Pelatihan Akan Menjadi Acuan Nasional
Ketua TSSC, Alexander Nayoan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Melibatkan berbagai kementerian, organisasi internasional, asosiasi pariwisata, serta pelaku industri.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam menyusun standar pendidikan vokasi pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai sektor untuk memperkuat pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia. Hasil dari pelatihan ini nantinya akan menjadi salah satu standar pada pendidikan pariwisata. Khususnya bidang perhotelan di seluruh Indonesia,” jelas Alexander.
Sementara itu, Ketua Asosiasi SMK Pariwisata Indonesia, Hadi Sutrisno, mengapresiasi partisipasi sekolah-sekolah pariwisata dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan pembukaan secara daring.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh SMK pariwisata dari Sabang sampai Merauke yang telah mengikuti kegiatan pembukaan pelatihan vokasi ini secara virtual. Semoga program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pariwisata Indonesia,” ujarnya.
Melalui program ini, muncul harapan SMKN 1 Cipanas mampu menjadi contoh penerapan pendidikan vokasi pariwisata yang relevan dengan kebutuhan industri. Hasil pelatihan nantinya akan menjadi bahan pengembangan bagi SMK pariwisata di berbagai daerah. Khususnya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.***
















