CIANJUTIMES, Cianjur – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur memperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk memperbaiki lebih dari 1.000 ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan berat. Perkiraan tersebut didasarkan pada kemampuan pemerintah daerah memperbaiki sekitar 400 ruang kelas setiap tahunnya.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli, mengatakan saat ini terdapat sekitar 13.500 ruang kelas SD dan SMP di wilayah Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 ruang kelas masuk kategori rusak berat, dengan mayoritas berada di jenjang sekolah dasar.
“Cukup banyak yang kategori rusak berat. Total ada 1.000 lebih ruang kelas. Kebanyakan di tingkat SD,” kata Ruhli, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki ruang kelas yang rusak melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, Disdikpora juga menggandeng perusahaan agar dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dapat dialokasikan untuk perbaikan fasilitas pendidikan.
“Kalau sebatas mengandalkan APBD akan sulit. Makanya kami juga rangkul perusahaan agar CSR-nya dialokasikan untuk perbaikan ruang kelas,” ujarnya.
Kemampuan Fiskal hanya untuk 400 Unit Setahun
Ruhli menyebutkan, kemampuan perbaikan ruang kelas saat ini berkisar 400 unit dalam setahun. Pada tahun sebelumnya, pemerintah daerah berhasil memperbaiki sekitar 450 ruang kelas.
Dengan kapasitas tersebut, penyelesaian perbaikan lebih dari 1.000 ruang kelas rusak berat diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Namun, perkiraan itu bergantung pada konsistensi anggaran dan tidak bertambahnya jumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat.
“Tahun lalu total 450 ruang kelas yang diperbaiki. Kalau konsisten setiap tahunnya sebanyak itu yang diperbaiki, maka butuh tiga tahun. Dengan catatan yang rusak sedang dan rusak ringan tidak menjadi rusak berat,” kata dia.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca dan usia bangunan berpotensi memperburuk kerusakan ruang kelas yang saat ini masih masuk kategori ringan maupun sedang.
“Sebab dengan kondisi cuaca dan usia dari bangunan. Bisa jadi dalam setahun ke depan yang awalnya rusak ringan jadi rusak sedang, dan yang rusak sedang jadi rusak berat,” ucapnya.
Ruhli menegaskan, Pemkab Cianjur akan terus berupaya memenuhi kebutuhan perbaikan ruang kelas secara bertahap agar kondisi fasilitas pendidikan semakin baik.
“Kami selalu optimis secara bertahap memenuhi kebutuhan ruang kelas,” pungkasnya.***

















