CIANJUR TIMES, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan di sejumlah wilayah rawan bencana menjelang musim hujan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir dan longsor, menyusul laporan sejumlah perkampungan warga yang sempat terendam.
Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan pihaknya meminta masyarakat melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk membersihkan saluran air dan sungai dari tumpukan sampah yang dapat menghambat aliran air.
Salah satu kejadian banjir terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet. Luapan sungai merendam belasan rumah warga, dua di antaranya mengalami kerusakan berat. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara.
“Meski belum merata, namun curah hujan di wilayah utara Cianjur seperti Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, sudah mulai tinggi dengan intensitas lebih dari satu jam, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam,” kata Iwan di Cianjur, Minggu.
Iwan meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana rutin membersihkan lingkungan dan mengenali tanda-tanda potensi bencana. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan longsor saat hujan deras.
Menurut dia, sejumlah wilayah di Cianjur memiliki potensi bencana, mulai dari wilayah utara hingga selatan. Keberadaan sungai dan tebing rawan longsor meningkatkan risiko banjir dan longsor ketika hujan turun deras.
Ratusan Relawan BPBD Bersiaga
BPBD Cianjur juga menyiagakan ratusan relawan untuk memantau kondisi wilayah, melaporkan kejadian, dan membantu penanganan bencana. Relawan turut disiapkan untuk membantu evakuasi warga ketika muncul tanda-tanda potensi bencana.
“Kami siagakan seluruh relawan yang ada, termasuk untuk membantu masyarakat membersihkan saluran air dan sungai dari sampah. Sehingga saat hujan turun airnya tidak terhambat sehingga dapat merendam perkampungan,” katanya.
Iwan juga meminta pihak kecamatan dan desa mengajak masyarakat melakukan aksi bersih-bersih lingkungan secara rutin setiap pekan untuk mengurangi risiko bencana.
Selain itu, BPBD Cianjur berkoordinasi dengan dinas terkait di lingkungan Pemkab Cianjur. Selain itu juga dengan Pemprov Jawa Barat, hingga pemerintah pusat untuk menyiagakan petugas dan alat berat di sejumlah titik rawan. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.***















