CIANJUR TIMES, Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor dan banjir setelah periode kemarau panjang.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan sejumlah wilayah dan jalur di Cianjur memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana tersebut, terutama saat memasuki periode hujan.
“Untuk warga Cianjur keseluruhannya biasanya longsor dan banjir. Khususnya jalur-jalur jalan ke arah selatan dan jalur Jonggol,” katanya, Rabu (19/8/2026).
Sejumlah Wilayah Rawan Perlu Perhatian
Asep menyebut sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian, di antaranya jalur Naringgul-Ciwidey serta sejumlah kawasan di Cianjur Selatan seperti Sindangbarang dan Sukanagara. Wilayah Karangtengah di Cianjur juga disebut memiliki potensi banjir.
“Jalan Naringgul-Ciwidey yang jalur Jonggol itu rawan longsor. Dan banjir itu di Cianjur Selatan seperti Sindangbarang, Sukanagara, terus Cianjur kota juga di Karangtengah,” katanya.
Menurut Asep, kondisi tanah yang mengalami kekeringan dalam waktu lama dapat mengalami retakan. Ketika hujan turun, kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko material tanah terbawa aliran air dan memicu longsor.
“Biasanya tanah-tanah yang kena kemarau itu retak-retak, pecah-pecah di bukit-bukit. Kalau kedatangan air jadi terbawa arus, akhirnya menyebabkan longsor,” ujarnya.
Bersihkan Saluran Air
Selain longsor, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir dengan menjaga kebersihan saluran air. Warga diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan karena dapat menghambat aliran air.
“Antisipasinya kepada masyarakat waspada, hati-hati. Untuk menangani banjir, membersihkan selokan atau sungai dari sampah-sampah. Jangan buang sampah sembarangan ke selokan atau sungai,” katanya.
Asep juga mengimbau masyarakat yang melintas di jalur rawan longsor agar memperhatikan rambu-rambu peringatan yang terpasang. Ia juga meminta Pengendara tidak berhenti di lokasi yang masuk dalam zona rawan.
“Yang rawan-rawan itu jangan berhenti di sana. Untuk yang lainnya, jangan main di sungai-sungai, khususnya sungai besar, baik dewasa maupun anak-anak yang suka berenang,” ujarnya.
BPBD Siagakan Personel dan Logistik
Menghadapi potensi bencana, BPBD Cianjur menyiapkan personel, termasuk relawan yang berada di berbagai wilayah. Sosialisasi dan mitigasi juga terus BPBD lakukan kepada masyarakat di sejumlah daerah.
“BPBD akan menyiapkan semua tenaga yang ada, termasuk relawan-relawan yang ada di daerah-daerah. Untuk persiapan, sementara kita melakukan sosialisasi atau mitigasi ke tiap warga masyarakat yang ada di sekeliling wilayah Kabupaten Cianjur,” katanya.
Asep memastikan logistik dan peralatan penanggulangan bencana yang BPBD miliki dalam kondisi siap pakai apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Untuk logistik kita tersedia, aman. Peralatan juga aman. Siap,” ujarnya.
Sementara terkait potensi banjir bandang, Asep mengatakan pihaknya belum dapat memastikan karena masih perlu melihat perkembangan kondisi cuaca.
“Untuk risiko banjir bandang belum. Nanti kita lihat perkiraan cuaca dulu,” pungkasnya.















