CIANJUR TIMES, Cianjur – Kebakaran di kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, memasuki hari ke-10. Kobaran api telah berhasil dipadamkan, namun petugas gabungan masih menemukan tujuh titik yang mengeluarkan asap dan terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan penanganan kebakaran masih petugas lakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur.
“Upaya penanganan kebakaran di sekitar Kawah Wadon terus dilakukan melalui pemantauan, penyisiran dan penanganan secara berkala dengan melibatkan berbagai unsur,” ujarnya dalam keterangan pers yang dikutip, Sabtu (15/8/2026).
Pada Jumat (14/8/2026), sebanyak 26 personel tambahan berangkat menuju kawasan Kawah Wadon. Tim tersebut terdiri dari personel Balai Besar TNGGP, Manggala Agni, Brimob, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan volunteer.
Menurut Sadtata, tim yang telah berada di lokasi juga melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Tiga Titik Asap Berhasil Tertangani
Sadtata mengatakan, tim pertama yang melakukan penyisiran di tebing bagian atas Kawah Wadon menemukan tiga titik asap. Ketiga titik tersebut langsung petugas tangani hingga padam sepenuhnya.
“Tim satu yang melakukan penyisiran di tebing bagian atas Kawah Wadon menemukan tiga titik asap dan langsung ditangani hingga tuntas. Hasil pemeriksaan menunjukkan asap berasal dari akar pohon cantigi yang masih terbakar atau menyimpan bara di dalam tanah,” katanya.
Ia menegaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ada temuan kobaran api di ketiga titik tersebut. Petugas kemudian melakukan penanganan untuk memastikan bara tidak kembali berkembang menjadi api.
Tujuh Titik Asap Masih Dipantau
Sementara itu, tim lainnya menemukan tujuh titik yang masih mengeluarkan asap di sekitar Kawah Wadon. Seluruh titik tersebut langsung ditangani dan dipantau untuk mencegah potensi penyebaran.
“Tim dua yang melakukan pemantauan dan penyisiran di lokasi lainnya menemukan tujuh titik asap di sekitar Kawah Wadon. Tim langsung melakukan penanganan untuk mencegah potensi penyebaran,” jelas Sadtata.
Selain penyisiran langsung, petugas juga melakukan pemantauan menggunakan drone thermal bersama WANADRI dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Pemantauan udara terjadwal dua kali, yakni pada pukul 08.00 WIB dan 14.00 WIB.
“Hasil pemantauan drone thermal menunjukkan masih terdapat titik panas di sekitar lokasi kebakaran. Hasil tersebut kemudian dalam peninjauan langsung untuk menjadi salah satu dasar dalam menyusun strategi penanganan dan pengendalian kebakaran,” ungkapnya.
Medan Curam Jadi Kendala
Sadtata menambahkan, kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Kawasan terdampak berada di ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.600 meter di atas permukaan laut dengan kondisi medan curam hingga sangat curam.
Karena itu, meski kobaran api sudah tidak terlihat, petugas tetap melakukan pemantauan secara berkala. Langkah tersebut untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara yang masih berada di dalam tanah atau akar pohon.
“Data dan temuan yang kami peroleh dari pemantauan langsung di lapangan maupun teknologi drone thermal akan terus kami gunakan untuk mendukung penentuan langkah penanganan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan,” pungkas Sadtata.***










