CIANJUR TIMES, Cianjur – Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus tidak hanya menjadi momentum untuk menggelar upacara, perkemahan, maupun berbagai kegiatan kepramukaan. Lebih dari itu, Gerakan Pramuka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemandirian, serta kemampuan kepemimpinan generasi muda.
Ketua Jabar Inspiratif, Aby E Muhiban, mengatakan pendidikan kepramukaan dapat menjadi salah satu sarana untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki karakter dan keterampilan dalam menghadapi masa depan.
“Gerakan Pramuka sangat penting karena melalui gerakan ini kita dapat mempersiapkan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Aby E Muhiban.
Pria yang akrab disapa Kang Aby tersebut menilai kegiatan kepramukaan tidak sekadar mengisi waktu luang. Berbagai aktivitas dalam Pramuka dapat menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, kemandirian, kemampuan bekerja sama, hingga keterampilan berorganisasi.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, termasuk di Kabupaten Cianjur. Generasi muda tidak hanya mendapat dorongan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan kemampuan berkontribusi di lingkungan sekitarnya.
“Pendidikan kepramukaan menjadi salah satu pilar pendidikan bagi generasi muda di Indonesia. Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda diajarkan untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan negara, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka,” paparnya.
Pramuka Bukan Sekadar Baris-Berbaris
Aby mengatakan kegiatan Pramuka memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda melalui berbagai aktivitas yang dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Pramuka dapat membentuk pribadi yang taat aturan, tangguh, dan bertanggung jawab. Terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan pelestarian alam,” katanya.
Ia menilai nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda Kabupaten Cianjur. Dengan karakter dan keterampilan yang baik, generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Aby yang pernah menjadi pengurus Andalan Pandega di Kwarcab Cianjur serta mengikuti Jambore Nasional di Cibubur pada 1996 dan Raimuna Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2003 itu mengatakan kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, berbagai kegiatan kepramukaan, mulai dari keterampilan bertahan hidup hingga kegiatan sosial, dapat melatih generasi muda untuk lebih disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama.
Bekal Generasi Muda Cianjur
Aby berharap nilai-nilai yang generasi muda peroleh melalui pendidikan kepramukaan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Tdak hanya ketika mengikuti kegiatan Pramuka.
Ia juga mendorong generasi muda Cianjur untuk mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan masing-masing.
“Melalui gerakan ini, generasi muda dapat mengembangkan potensi diri, peduli terhadap lingkungan. Serta bersiap menjadi calon pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tujuan Gerakan Pramuka sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010. Yang antara lain mencakup pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Dengan demikian, peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya pendidikan karakte. Selain itu juga untuk pembentukan generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat.***










